Adu Rasa Kopi Sedulur Gunung Magelang, Kualitas Layak Bersaing Di Pasaran

BNews–MAGELANG– Kualitas kopi Magelang memang layak bersaing. Karena tidak hanya menawarkan cerita saja, namun juga memiliki citarasa istimewa yang di olah sepenuh hati oleh para generasi Milenial.

Hal itu tampak dari sebuah acara keren yakni kalibrasi Cupping dan Roasting kopi gratis melalui ‘Adu rasa kopi sedulur Gunung’ . Dimana acara tersebut digelar Nangkring Cafe di tepi jalan Blabak Sawangan KM 4 Penggaron Desa Gondowangi Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang (4/1/2022).  

Kegiatan ini merupakan ikhtiar bersama  para pelaku usaha kopi Kabupaten Magelang untuk lebih kenal akan khasanah kopi di Magelang. Selain itu juga sebagai upaya mengangkat derajat kopi Magelang di kancah kopi Nusantara.

“Kita berusaha para pelaku usaha kopi di Kabupaten Magelang bersinergi saling mendukung untuk kemajuan kopi di Magelang,” ungkap Asnawi Panitia sekaligus pengelola Nagkring Cafe dan karakter kopi Selasa (4/01) malam.

Asnawi menceritakan jika semua biji kopi di Kabupaten Magelang, baik itu robusta maupun arabika memiliki perjalanan panjang hingga tersaji dalam secangkir kopi. Seperti dalam moment adu rasa kopi sedulur Gunung ini.

“Disini puluhan produk kopi lokal Magelang mendapat perlakuan istimewa mulai dari tahapan roasting; brewing hingga cupping atau mencicipi rasa  kopi. Semua proses itu pun menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung Nangkring cafe,” imbuhnya.

Dijelaskan Asnawi pada proses roasting atau memasak biji kopi mentah agar karakter kopi muncul itu dilakukan secara teliti oleh orang berpengalaman .

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Setelah itu adalah proses cupping, yakni observasi menguji karakteristik rasa dan aroma kopi sebelum kopi disajikan.  Setelah itu kopi kemudian diseduh atau di-brew menggunakan teknik agitasi tanpa alat.

Dijelaskan Asnawi tahap cupping diikuti 20 kontestan sebanyak 9 kopi robusta dan 11 kopi Arabika.

“Harapannya dengan acara ngopi dan Roasting gratis ini bisa tahu potensi kopi Magelang ada dimana saja,” ucap Asnawi.

Ditambahkan Asnawi banyak anak muda Magelang kini menekuni usaha kopi. Berkat kerja keras mereka kopi keberadaan kopi Kabupaten Magelang makin dikenal dan mendapat apresiasi di pasaran. Potensi kopi Arabika itu tersebar di lereng Gunung Sumbing, Gunung Merapi dan Merbabu. Namun demikian kopi robusta juga tumbuh subur di sejumlah kecamatan.

Dalam roasting kali ini biji kopi yang digunakan jenis arabika dan Robusta. Kemudian setelah di brewing peserta diajak untuk mencium aroma dan mencicipi hasil roasting ini. Mereka juga melakukan penilaian dengan menuliskan point dari 6-9 di lembar penilaian yang telah dibagikan.

Dari hasil kompetisi ini kopi Arabika milik Slamet dari Babadan Kecamatan Dukun dan Robusta milik Fauzi asal  Tempuran dinobatkan menjadi favorit rasa oleh para pengunjung acara tersebut.

Salah satu pengunjung Nangkring cafe mengaku jika acara cupping kopi gratis sedulur Gunung ini memberi sensasi baru dalam mengenal kekayaan rasa kopi Magelang.

Menurutnya kopi Magelang beragam dan memiliki citarasa unik seperti asam, pahit, manis, dan fruity.

“Acara ini sangat mengapresiasi dan mengangkat pelaku kopi di wilayah Magelang sekaligus memperkenalkan ke masyarakat luas citarasa kaya kopi Magelang,” ujar M Ariep Setiawan salah pecinta kopi asal Bandingan yang hadir pada acara tersebut. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: