Akibat Naiknya Harga Rokok Di Indonesia

BNews–OPINI– Mulai di bulan januari tahun 2020 pajak cukai rokok akan dinaikan sekitar 23%. Diprediksi harga eceran rokok juga meningkat reaksi berantai yang  akan terjadi jika pemerintah menaikan cukai yang bisa merugikan pekerja pabrik rokok dan petani tembakau diseluruh Indonesia.

Dan masih banyak juga orang – orang yang hidup nya masih bergantung pada hasil penjualan eceran rokok ini dan tidak kalah pula petani tembakau yang bergantung pada lahan tembakau mereka. Hasil survey saya menunjukan bahwa banyak masyrakat depok dan sekitarnya mengeluh akan kenaikan harga rokok yang drastis tersebut.

Tren konsumsi rokok bertambah baik dari laki – laki maupun perempuan. Jumlah yang menghisap roko meningkat, baik dari sisi perempuan awalnya 2,5% menjadi 4,8%, ataupun anak-anak dan remaja dari 7% menjadi 9%. Pada tahun 2016 anak – anak yang berusia 10 – 18 tahun berkembang hingga 8,8% dan pada 2018 berkembang hingga 9,1%.

Kebiasaan merokok adalah hal yang lumrah pada lingkungan kita saat ini. Kebiasaan merokok ini dapat ditemui di saat orang-orang sedang nongkrong, tempat makan bebas asap rokok, di pinggir jalan dan sebagainya. Karena dalam pikiran mereka merokok adalah hal yang keren dan mereka melakukan nya itu setiap hari.

Kenaikan rokok ini dapat membuat peluang maraknya rokok illegal. Diperkirakan 400 pabrik akan tutup karena terjadinya kenaikan harga cukai tersebut.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Tindakan pemerintah yang akan menurunkan konsumsi rokok ini memiliki banyak dampak negatif. Walaupun saya tahu bahwa tindakan pemerintah tersebut adalah baik. Namun, banyak juga yang dirugikan seperti pedagang eceran rokok, pabrik – pabrik kecil, tenaga kerja yang bekerja pada pabrik – pabrik kecil dan sebagainya.

Loading...

Namun, tidak kalah banyak juga masyarakat perokok aktif yang tidak masalah akan kenaikan harga rokok tersebut. “Kenaikan harga rokok ini, gak terlalu berpengaruh sama saya sih dek. Karena, pendapatan yang saya dapatkan setiap bulannya tetap cukup untuk mengkonsumsi rokok setiap harinya,” ujar salah satu penduduk warga depok yang mengakui dirinya perokok aktif. (*)

Penulis:  Steven Reinaldo Putra- Mahasiswa Jurusan Admin Keuangan dan Perbankan Universitas Indonesia

Editor : bsn

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: