Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Alasan Musnas NU Menolak Kebijakan 5 Hari Sekolah atau Full Day School

Alasan Musnas NU Menolak Kebijakan 5 Hari Sekolah atau Full Day School

  • calendar_month Sab, 23 Sep 2023

BNews-NASIONAL– Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2023 menghasilkan putusan terkait kebijakan lima hari sekolah. Forum Munas-Konbes NU 2023 menolak kebijakan sekolah lima hari (full day school).

Adapun kebijakan sekolah 5 hari atau full day school menjadikan jam sekolah bertambah hingga sore hari, sebagai terjemahan dari aturan lima hari kerja.

“Rekomendasi kami kepada munas adalah tidak melaksanakan full day school, yang diterjemahkan dari lima hari kerja ini,” kata Koordinator Komisi Bahtsul Masail Qonuniyyah KH Abdul Ghaffar Razin dalam konferensi pers Munas dan Konbes, dikutip dari situs NU Online, Rabu (20/9/2023).

Pria yang akrab disapa Gus Rozin itu mengatakan kebijakan penerapan lima hari sekolah yang telah berlaku di beberapa wilayah; bersandar pada Peraturan Presiden yang menyangkut tentang Hari Kerja dan Jam Kerja Instansi Pemerintah dan Pegawai Aparatur Sipil Negara alias Perpres Nomor 21 Tahun 2023.

Hari Kerja, dalam Pasal 3 ayat dua (2), disebutkan hanya terjadi pada hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat.

Peraturan presiden ini dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas kerja pegawai aparatur sipil negara.

Namun NU menilai perpres ini mulai ditafsiri liar, yakni sekolah juga harus dilaksanakan dalam waktu lima hari tapi dengan durasi lebih panjang atau disebut juga dengan full day school.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Di beberapa tempat sudah dilakukan lima hari sekolah yang ditafsirkan dari lima hari kerja. Sebuah peraturan presiden tahun 2023 yang menjelaskan bahwa kita itu mempunyai lima hari kerja. Mulai Senin sampai Jumat, tapi di beberapa tempat diterjemahkan pula lima hari sekolah dan sepanjang hari,” ujarnya.

Selain itu, Gus Rozin mengatakan, Komisi Bahtsul Masail Qonuniyyah membeberkan alasan penolakan kebijakan lima hari sekolah dari aspek sosiologis dan yuridis.

Aspek itu, menurutnya….

(KLIK DISINI UNTUK LANJUT MEMBACA)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less