Anak di Solo Hajar Ibu Kandungnya Gegara Tak Bisa Memberi Rp50 Ribu

BNews—JATENG— Seorang pemuda berusia 21 tahun, MHJ, tega menghajar ibu kandungnya sendiri, MR, 49. Masalahnya sepele, sang Ibu tak bisa memberi anaknya Rp50 ribu.

Kasus penganiayaan ini terjadi di Kelurahan Mojo Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo. Usai kejadian, pelaku kasus penganiayaan ringan menjalani pemeriksaan.

Kapolsek Pasar Kliwon AKP Achmad Riedwan Prevoost mengatakan, pihak Ibu korban telah mencabut aduan ke polisi agar anaknya tidak diproses hukum. Korban menginginkan agar anaknya sadar dan bisa membantu Ibunya.

Pihaknya kemudian melakukan mediasi dengan mempertemukan antara MR dan pelaku atau anak kandungnya. ”Kami melakukan mediasi restorative justice sebagai alternatif penyelesaian perkara dengan kekeluargaan,” kata Achmad.

Pada mediasi mempertemukan antara korban dengan pelaku untuk meminta maaf atas kesalahan kepada korban yang merupakan Ibu kandung sendiri. Pihaknya juga minta pelaku membuat surat pernyataan agar tidak mengulang perbuatannya.

”Kami dalam hal ini, menghargai permintaan korban yang ingin anaknya tidak diproses hukum ditahan karena kasus penganiayaan. Jika pelaku masih mengulangi perbuatannya, dia akan diproses melalui jalur hukum sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Achmad menjelaskan, kronologi kasus penganiayaan anak terhadap Ibu kandungnya sendiri ini berawal pelaku yang meminta uang Rp50 ribu di rumahnya, pada Minggu (19/9) petang.

Namun, korban tidak memberi uang kepada pelaku karena tidak mempunyai uang. Pelaku kemudian marah dan menganiaya Ibu kandungnya dengan memukul keningnya sebanyak dua kali.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Korban yang mendapat perlakukan kasar dari anaknya dan takut kemudian melaporkan kejadian itu  ke polisi. Polisi kemudian mengamankan pelaku dan dibawa ke Mapolsek Pasar Kliwon Polresta Solo, pada Ahad (19/9) malam. Pelaku diperiksa dengan dijerat pasal 352 KUHP tentang Tindak Pidana Kasus Penganiayaan.

”Kami kemudian mempertemukan anak (pelaku) dengan Ibu kandungnya (korban) untuk mediasi diselesaikan secara kekeluargaan. Pelaku kemudian meminta maaf kepada Ibu kandungnya dan bersujud agar diampuni kesalahannya dengan disaksikan oleh petugas,” katanya, Senin (20/9).

Sementara korban MR yang sehari-hari bekerja sebagai buruh mengatakan MHJ merupakan anak ketiga dari empat saudara. Mereka tidak diurusi bapaknya karena pergi sudah beberapa tahun ini.

Korban akhirnya mencabut pengaduan terhadap kasus anaknya di kepolisian karena menganiaya dirinya. ”Saya mencabut pengaduan ke polisi agar anaknya tidak ditahan. Anaknya sudah sadar atas kesalahan yang dilakukan dan meminta maaf untuk tidak mengulangi,” pungkas MR. (ifa/han)

Sumber: iNews

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: