Kronologi Lengkap Kasus Pengeroyokan di Magelang: Diculik, Dianiaya, Barang Berharga Raib

BNews—MAGELANG Istri korban pengeroyokan berujung maut, Gabriella Lady Octaverina membeberkan kronologi lengkap atas tewasnya sang suami, Bagas Himawan. Kronologi ini diharapkan menjadi pelengkap dari kronologi versi polisi sebelumnya yang dirilis ke media.

Lady dalam wawancana dengan Borobudur News, belum lama ini mengatakan jika insiden pengeroyokan terjadi Kamis, 4 Juni 2020 sekitar pukul 00.30 WIB. Saat itu, ia dan suaminya berada di warung internet (warnet) Happynet di Kampung Juritan, Kelurahan Panjang, Kecamatan Magelang Tengah.

”Sebelum kejadian, suami saya beli makanan pempek. Saya gantian yang jaga warnet. Setelah itu suami balik. Selang 20 menit, para pelaku masuk dan mencari suami saya,” kata Lady.

Ia mengingat, rombongan pelaku berboncengan membawa lima unit motor. Satu orang masuk kemudian disusul para pelaku hendak mencari orang bernama bagas. Lantaran tidak mengenal, salah satu pelaku bertanya kepada salah satu pelanggan warnet, Budi, untuk menunjukkan orang yang dimaksud.

”Satu orang rombongan (bernama Agil) langsung memukul mata kanan. Setelah itu disuruh lepas baju dan dibawa paksa pergi mengendarai motor. Satu motor bonceng tiga. Suami saya duduk posisi ndodok (jongkok) di depan,” terangnya.

Lady mengaku hendak menyusul mereka, namun ternyata kunci motornya dikantongi korban. Akhirnya, ia meminta bantuan Budi dan mencari Bagas bersama-sama.

Baca juga: Ini Firasat Bagas dan Keluarga Sebelum Jadi Korban Tewas Pengeroyokan di Magelang
Loading...

Keduanya saat itu tidak tahu jika korban dibawa Kampung Trunan, Kelurahan Tidar Selatan, Kecamatan Magelang Selatan. Ia baru tahu suaminya dibawa ke pabrik tahu milik Sulis, yang kini berstatus saksi, usai menemui Priyo di Barakan.

”Dia bilang ’kalau pengen tahu, langsung ke Trunan (pabrik tahu) saja’,” jawab Priyo waktu itu.

Lady dan Budy bergegas menuju Barakan usai dari rumah Priyo. Saat akan masuk mulut gang, mereka mengaku melihat orang sudah membawa senjata tajam diantaranya parang. Mulai dari gapura hingga jalan masuk.

”Saya ingin masuk tapi dihalangi Budi karena kondisi yang mencekam dan tidak menentu. Khawatir bertambah parah. Akhirnya saya kembali dan ke warnet. Tidak tidur,” jelas dia.

Saat itu, korban mendapat perlakuan seperti terduga ’pencuri’. Bagas diadili karena diduga menyangkal telah mencuri sekarung bawang putih. Akhirnya korban dianiaya ramai-ramai. Korban dihajar dengan cetakan tahu, dipukul batu, kayu pembakaran dan dijedorkan ayunan TK.

”Tapi mereka bilangnya (kepada polisi) pakai kaki dan tangan saja,” protes dia.

Baca juga: Fakta Terbaru Kasus Pengeroyokan Berujung Maut di Magelang: Dihajar Cetakan Tahu dan Batu

Tidak hanya itu, barang-barang berharga korban raib usai dianiaya. Beberapa barang yang hilang diantaranya tas selempang warna cokelat merk jingpin. Lalu HP Nokia, dompet berisi ATM BNI dan surat-surat penting.

”Sampai sekarang barang-barang suami saya hilang. Belum ketemu,” bebernya.

Masih menurut Lady, dalam keadaan koma, korban diduga diantar para pelaku dan menelantarkannya ke parkiran RSUD Tidar. Satpam yang melihat korban melalui CCTV bergegas menelepon Polsek Magelang Selatan.

”Paginya saya mendapat kabar kalau suami sudah di IGD RSUD Tidar sudah penuh luka. Saya lihat kondisinya koma,” kenangnya.

Enam hari dirawat koma di rumah sakit, nyawa Bagas tidak terselamatkan. Ia akhirnya meninggal dunia hari Selasa (9/6). Dan dimakamkan Rabu (10/6) di makam keluarga Depok, Kecamatan Tegalrejo.

Kepergian Bagas dalam usia yang meninggal dalam usia yang terlalu muda menjadi duka mendalam bagi sang istri. Korban juga meninggalkan dua anak yang masih sangat kecil HAN 2,5 dan MEL 1,5 tahun. (han)

1 Comment
  1. nicko says

    hukum gantung aja tu para pelaku yang sok jagoan beraninya kroyokan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: