Angin Besar yang Amuk Magelang Disebabkan Gunung Merapi, Begini Penjelasannya

BNews—MAGELANG— Fenomena angin kencang yang merusak ratusan rumah di Kabupaten Magelang ternyata disebabkan oleh Gunung Merapi. Hal itu dijelaskan oleh badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta.

Menurut Kepala Stasiun Klimatologi Jogja, Reni Kraningtayas fenomena angin besar di Kabupaten Magelang dan sekitarnya terjadi akibat adanya kenaikan suhu di Puncak Gunung Merapi. Panasnya suhu ini kemudian memicu tekanan udara rendah.

Advertisements


Sehingga, hal itu mendorong udara naik ke permukaan yang suhunya lebih tinggi. “Dipicu oleh anomali aliran angin lembah (angin mengalir dari lembah ke arah gunung) yang membawa udara dingin dan lembab. Akibatnya, terjadi kondensasi dan terbentuk awan Cumulonimbus (Cb) di lereng pegunungan,” kata dia.


Angin ini, kata dia bersifat sangat lokal. Sebab, selain mengacu konsentrasi wilayah kerusakan, kecepatan anginnya pun dianggap berbeda dengan dataran rendah. “Kalau di lereng Merapi mencapai 80 km/jam (skala fujita) sedangkan pengukuran di Stasiun Klimatologi Mlati Jogjakarta 16 km/jam,” beber dia.

Dia menjelaskan, angin lembah biasanya terjadi siang hari saat bagian dengan dataran yang lebih luas dan lebih rendah telah mendapat pemanasan matahari yang cukup. Di area pegunungan, dimana secara umum puncak gunung suhu udara permukaan lebih dingin dibandingkan daerah di lereng. “Maka sirkulasi udara lokal cenderung bergerak turun (angin gunung),” terangnya.

Sebelumnya diberitakan sejak Minggu (20/10) terjadi angin kencang dan putting beliung di kawasan Lereng Merapi dan kemudian merembet ke wilayah Kota Magelang. Ratusan rumah rusak hingga ribuan orang harus mengungsi ketempat yang aman. (bn1/jar)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: