Asal Usul Wewe Gombel, Hantu Magrib Yang Gemar Menculik Anak Kecil

BNews—MAGELANG— ’Magrib Le, magrib. Ayo, masuk rumah, nanti diculik Wewe Gombel, lho!’. Begitulah ucapan yang kerap dikatakan Ibu kepada anaknya saat matahari mulai tenggelam dan langit menjadi gelap.

Hingga kini, cerita orang tua tentang hantu Wewe Gombel masih dapat kita dengar. Oleh masyarakat, hantu Magrib itu digambarkan berperawakan seperti wanita. Dan memiliki payudara besar yang menggantung.

Wewe Gombel dikenal suka menculik anak kecil menjelang Magrib. Utamanya bagi mereka yang masih keluyuran di luar rumah. Alasan itulah yang membuat banyak orang tua sejak zaman dulu kerap menyuruh anaknya untuk lekas pulang sedari sore.

Salah satu paranormal lokal asal Magelang Aki Sentur, mengatakan bila terkadang anak-anak yang diculik akan mengalami halusinasi. Sehingga kotoran manusia yang si anak lihat seolah-olah adalah makanan lezat yang paling disukai.

”Tujuannya adalah membuat anak menjadi bisu. Agar tidak bisa menceritakan apa yang telah dialami ataupun bentuk dari Wewe Gombel yang menyeramkan tersebut,” terang Ki Sentur, Jumat (29/5).

Ia menjelaskan, Wewe Gombel atau Kolong Wewe adalah roh perempuan yang meninggal bunuh diri. Ia mengakhiri hidupnya setelah membunuh suaminya dan dikejar-kejar warga akibat perbuatannya itu.

”Pembunuhan dilakukan setelah memergoki suaminya selingkuh dengan perempuan lain,” jelasnya.

Loading...
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik di sini)

Konon, sang suami berselingkuh karena istrinya tidak bisa memberikannya anak. Karena tidak bisa memberikan anak, ia dibenci oleh suaminya lalu dikucilkan sampai menjadi gila dan gembel. Setelah mati bunuh diri, kemudian ia menjadi wewe gombel.

”Wewe Gombel akan membawa anak-anak yang diculik ke alamnya karena dianggap tidak memiliki rumah,” ungkap dia.

Sebagian masyarakat percaya bahwa hantu Wewe Gombel sebenarnya berasal dari bukit di daerah Gombel, Semarang. Kawasan tersebut dikenal angker karena menjadi tempat pembantaian saat zaman penjajahan kolonial.

”Beberapa orang menyebut daerah itu merupakan wilayah kerajaan hantu,” terang dia.

Dibalik cerita mistis soal Wewe Gombel ternyata ada makna yang dalam. Wewe Gombel menjadi peringatan bagi seluruh orangtua untuk lebih memperhatikan anak agar tidak keluyuran ke tempat berbahaya.

Biasanya, orang tua yang kehilangan anaknya saat Magrib akan mencari ramai-ramai bersama warga dengan berkeliling rumah atau kampung sambil menabuh tampah (nampan besar terbuat dari anyaman bambu).

’Blek-blek ting, blek-blek ting (menyebut nama anak yang hilang) muncullah atau keluarlah’. Mantra tersebut diucapkan sambil keliling rumah atau kampung sebanyak tujuh kali. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: