Empat Tahun Buron, Pelaku Pembunuhan di Magelang Ditangkap di Bekasi

BNews–MAGELANG– Hampir empat tahun buron, akhirnya pelaku penganiayaan yang menyebabkan kematian di Magelang berhasil ditangkap. Pelaku ditangkap di Jakarta saat bekerja sebagai buruh bangunan.

Kapolresta Magelang Kombes Pol Ruruh Wicaksono mengatakan kasus ini terjadi pada tangga 19 Mei 2019 lalu. Untuk lokasinya di depan ruko Harmoni Mertoyudan Kabupaten Magelang.

“Untuk pelaku beriisial NTS alias NP alias DD alias OP alias BM, 35, warga Kabunan Taman Pemalang, tapi domisili di Yogyakarta. Sementara korban Tomi Lerian Hidayat, pria kelahiran 1998 warga Rejowinangun Kota Magelang,” katanya saat pers rils di Mako Polresta Magelang (8/3/2023).

Dijelaskan untuk permasalahan awal adalah soal utang piutang korban kepada pelaku total sekitar Rp 10 juta. “Kejadian bermula 19 Mei 2019, pelaku menagih hutang kepada korban yang sudah satu tahun belum dibayar. Korban ini sudah kenal akrab dengan pelaku karena pernah bisnis bareng ikan hias di Jogja,” imbuh Kapolresta.

Saat menagih itu, pelaku kemudian datang ke Magelang dari rumah kontrakannya di Jogja. Saat itu keduanya bertemu di simpang japunan, kemudian pelaku mengajak korban ke depan Ruko Harmoni.

“Saat didepan ruko harmoni tersebut pelaku menagih hutang kepada korban namun mendapat jawaban tidak mengenakan. Ditambah membuka aib masa lalunya. Mendengar kata-kata itu pelaku tersinggung, dan tiba-tiba korban mendorong pelaku juga hingga terjatuh,” paparnya.

Selanjutnya, kata Kapolresta korban dari arah depan menampar tersangka sebanyak sekali dan mengenai bibir. “Setelah itu tersangka langsung membalasnya dengan menampar korban dan mengenai rahang sebelah kiri. Akibat pukulan tersebut korban sempat mundur kemudian mengambil kayu yang berada di sekitaran lokasi kejadian; selanjutnya korban memukul tersangka dengan kayu tersebut dari arah belakang sebanyak satu kali dan mengenai lengan tersangka,” paparnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Saat itulah terjadi perkelahian antara keduanya dan saling pukul. “Saat itu tersangka memukulkan kayu tersebut dan mengenai kepala bagian belakang; serta leher belakang dengan sekuat tenaga sampai korban terjatuh, sebanyak 4 sampai 6 kali. Setelah korban terjatuh kemudian tersangka meninggalkan korban dilokasi kejadian dan pulang ke Yogyakarta,” terangnya.

Pada saat itu korban terkapar dilokasi kejadian, selanjutnya saksi teman korban menuju lokasi bersama dengan rekan-rekannya. “Saat itu mendapati korban saat itu sudah tergletak dalam kondisi mengeluarkan darah pada kepala belakang. Bahwa korban meninggal dunia pada saat perjalanan menuju ke RSU Tidar Kota. Magelang,” tegasnya.

Pada paginya, tersangka ini mendapat kabar bahwa korban meninggal dunia. Bahkan sempat mengecek ke Magelang bertanya kepada temannya tentang kabar tersebut.

“Mengetahui kabar tersebut benar, tersangka ini lalu kabur ke Jakarta. Disana Ia bekerja serabutan, dan sering jati kuli bangunan,” terangnya.

Atas penyelidikan tim Reskrim Polresta Magelang dibackup Polda Jateng pelaku atau tersangka ini didapai bekerja di daerah Bekasi. “Pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan karena sadar diri bahwa selama ini dicari-cari Polisi atas perbuatannya,” ungkapnya.

Kapolresta mengatakan, kepada tersangka dikenakan Pasal 338 KUHP atau pasal 351 (ayat) 3 KUHP. Barang siapa menghilangkan nyawa orang lain atau Penganiayaan yang mengakibatkan orang meninggal dunia.

“Ancaman hukuman pasal 338 KUHP yaitu pidana penjara paling lama 15 tahun; dan ancaman hukuman pasal 351 ayat (3) KUHP pidana penjara paling lama 7 tahun,” pungkasnya. (bsn)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!