Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Badan Geologi Buka Suara Soal “Gunung Baru” di Grobogan, “”Bledug Kremesan”

Badan Geologi Buka Suara Soal “Gunung Baru” di Grobogan, “”Bledug Kremesan”

  • calendar_month Rab, 27 Mar 2024

BNews-JATENG- Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan penjelasan; mengenai fenomena Bleduk Kramesan atau ‘gunung baru’ yang muncul di wilayah Dusun Medang, Sendangrejo, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Sebagai penjelasan, Bledug Kramesan merupakan letupan lumpur, namun dengan intensitas lebih kecil. Akibat letupan yang berlangsung lama, lumpur ini membentuk sebuah gunungan.

Dalam catatan Badan Geologi, fenomena seperti Bledug Kramesan ini sudah ada sejak lama dan hal tersebut; dijumpai pada beberapa naskah dari kerajaan- kerajaan di Jawa mengenai kehadiran mud volcano ini. Jarak Bledug Kramesan dari Bledug Kuwu adalah sekitar 3,4 km.

Bledug Kramesan ini memiliki ketinggian 25 meter dari permukaan tanah. Bledug-bledug ini adalah material dari mud diapir yang lolos ke permukaan melalui rekahan-rekahan maupun struktur sesar.

Dalam catatan Badan Geologi, faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya mud diapir diantaranya: Pertama, Amblesan: tektonik penurunan yang stabil (stable tectonic submergence). Kedua, Kecepatan Pengendapan: pengendapan yang cepat dari sedimen berumur muda yang tebal (rapid deposition of thick young sediments). Ketiga, Lapisan plastis: terdapat lapisan yang plastis di bawah permukaan (presence of plastic strata in the subsurface).

Keempat, Overpressure dan under-compacted: cairan mengalami overpressure dan sedimen di bawah pemadatan (fluid overpressure and under-compacted sediments). Kelima, Potensi hidrokarbon: pasokan gas yang cukup dan potensi hidrokarbon yang tinggi (enough gas supply and high hydrocarbon potential). Keenam, Produksi air diagenetik: produksi air secara diagenesa dari serangkaian lempung yang terkubur (production of diagenetic waters from buried clayey series).

Ketujuh, Tektonik kompresi: kedudukan tektonik kompresi dengan banyak patahan dan kegempaan yang tinggi (compressional setting-numerous faults-high seismicity). Kedelapan, Gradien panasbumi tinggi: kemungkinan dengan gradien panas bumi yang tinggi (possibly high geothermal gradient).

CEK BERITA UPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)

“Secara struktur geologi bledug terletak pada area yang tidak padat patahan dan kelurusan karena sifatnya yang plastis. Sehingga pada daerah mud diapir tidak terindikasi adanya kelurusan patahan, namun terdapat struktur geologi berupa antiklin dengan sumbu relatif Barat Daya – Timur Laut,” terang Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid dalam siaran persnya, Senin (25/3/2024).

Wafid menjelaskan, pengaruh kegempaan terhadap mud diapir dan mud volcano adalah adanya kemungkinan; untuk terbukanya rekahan-rekahan yang dilewati oleh material lumpur.

Dengan terbukanya rekahan-rekahan tersebut material mud diapir akan mengalami pergerakan naik dan ada penambahan debit material; namun dengan adanya kompresi dan tekanan tektonik pada area tersebut akan terjadi titik kesetimbangan; seperti pada saat sebelum momen kegempaan terjadi.

Berdasarkan data data tersebut, maka …. (KLIK DISINI UNTUK LANJUT MEMBACA)

About The Author

  • Penulis: Borobudur News

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less