Banyak Warga Magelang Ajukan Dispensasi Nikah Terkait Umur Ke Pengadilan Agama

BNews–MAGELANG– Pelayanan Dispensasi Nikah atau Dispensasi Perkawinan ternyata juga disediakan oleh pihak  Pengadilan Agama Mungkid Kabupaten Magelang. Hal tersebut menyusul adanya revisi undang-undang perkawinan,

Seperti yang dijelaskan Panitera Pengadilan Agama Mungkid, Sultan Hakim,mengatakan terdapat revisi undang -undang perkawinan khususnya soal umum calom pengantin.

Ia menyebutkan sebelum Revisi UU Perkawinan, ada syaratcalon pengantin perempuan berusia minimal 16 tahun, calon pengantin laki-laki minimal 19 tahun. Setelah diamandemen, UU Perkawinan menyebutkan usia calon pengantin baik perempuan maupun laki-laki minimal 19 tahun.

“Saat ini batas usia menikah minimal 19 tahun, tidak boleh kurang sehari pun. Kalau di bawah usia tersebut, harus ada izin dari Pengadilan Agama, yang disebut dengan Dispensasi Nikah,” katanya (1/3/2021). dilangsir berita magelang.

Sultan mengatakan saat ini pengajuan Dispensasi Nikah melonjak diperkirakan hingga 300%. Saat ini pengajuan Dispensasi Nikah yang dibuka setiap hari Senin, rata-rata menerima 20 hingga 30 pengajuan.

“Hari Senin ini tadi ada 18 pengajuan, biasanya 20 hingga 30 pengajuan. Pelayanan pengajuan Dispensasi Nikah, hanya setiap hari Senin, karena hanya Hakim Tunggal, bukan Majelis, maka kami khususkan di hari Senin,” terang Sultan.

Menurut Sultan, alasan pengajuan Dispensasi Nikah, dikarenakan beberapa faktor, yang membuat laki-laki dan perempuan tersebut harus dinikahkan.

“Ada orang tua yang melihat jalinan hubungan kedua mempelai sudah sangat serius, kalau dibiarkan akan sangat membahayakan, kalau dibiarkan malah melanggar peraturan agama. Kebanyakan yang terkabul Dispensasi Nikah oleh Hakim seperti itu,” ungkap Sultan.

Sultan menambahkan, dikarenakan masih di bawah umur untuk menikah dan mendapat Dispensasi Nikah; maka orang tua pemohon dan calon besan masih menanggung biaya hidup kedua mempelai.

“Hakim Tunggal dalam sidang pengajuan Dispensasi Nikah, juga menekankan kepada orang tua atau besan. Yakni jika nanti pengajuan permohonan dikabulkan maka masih ikut bertanggung jawab kelangsungan hidup karena mempelai masih anak-anak,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: