Batasi Pengendara Masuk Jogja, Perbatasan Tempel-Salam Bakal Diperketat

BNews—JOGJAKARTA— Pemerintah Daerah DI Jogjakarta mulai memberlakukan pembatasan pengendara atau penumpang yang memasuki wilayahnya. Kebijakan ini untuk menekan kasus covid-19 di Jogja.

Kepala Dinas Perhubungan DIJ Tavip Agus Rayanta menjelaskan, terdapat tiga titik yang akan jadi fokus pengawasan para pengendara yang memasuki wilayah Jogja. Diantaranya di Tempel Sleman yang berbatasan langsung dengan Salam di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Dua titik lainnya berada di perbatasan Prambanan-Klaten serta Wates-Purworejo. Ketiga titik tersebut merupakan jalur utama perlintasan antardaerah.

”Rencananya akan aktif kita berlakukan pengawasan dan pembatasan pada awal pekan ini,” jelas Tavip, Minggu (12/4).

Tavip menjelaskan, nantinya kendaraan yang masuk ke wilayah Jogja akan dihentikan untuk diperiksa oleh petugas posko. Para petugas di lokasi akan menyasar kendaraan yang berpelat luar Jogja seperti Jakarta, Bekasi, Banten. Lalu sekitar Semarang serta angkutan bus dan travel dari lintas Sumatra.

”Sementara ini kami lakukan persuasif selama tiga hari ini untuk sosialisasi, sambil menunggu surat Pedoman Petunjuk Teknis Orang dari Luar Daerah dari Kementrian Perhubungan,” jelasnya.

”Nanti kalau sudah diterapkan akan ada penindakan lebih lanjut terhadap kendaraan yang masuk ke wilayah Jogja,” sambung dia.

Loading...
Baca juga: Pasien Corona Berbohong Saat Diperiksa, Puluhan Pegawai RS di Jateng Terancam-Tertular

Ia memaparkan, penggunaan sepeda motor sesuai aturan tidak boleh untuk berboncengan. Untuk mobil pribadi yang memiliki tujuh kursi akan dibatasi maksmimal tiga orang termasuk sopir. Bila memiliki lima kursi, dibatasi jumlah penumpangnya menjadi dua orang termasuk sopir.

”Tapi dari pelat luar daerah seperti Jakarta, tetap akan kami periksa. Kami minta surat keterangan sehatnya,” paparnya.

Aturanketat juga diberikan untuk angkutan umum seperti bus. Kapasitas penumpang maskimal 50 persen dari seluruh kursi yang tersedia. Setiap penumpang juga wajib mengenakan masker dan membawa surat keterangan sehat dari dokter.

“Di dalam bus juga harus ada hand sanitizer, memenuhi syarat physical distancing dan kelengkapan lainnya. Ini yang juga kami periksa,” tegasnya.

Imbuh dia, jika ada yang melanggar ketentuan tersebut maka kendaraan akan diminta untuk putar balik tanpa terkecuali.

”Makanya, di Tempel ini kami sudah menyurati Pelaksana Jalan Nasional (PJN) untuk membuka separator jalan ini agar memudahkan kendaraan putar balik,” pungkas dia. (han)

Kaos Deglang
1 Comment
  1. Haqqie says

    Loh. Apa DIY sdh mengajukan PSBB? Kok aturan PSBB yg dipakai?

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: