Pasien Corona Berbohong Saat Diperiksa, Puluhan Pegawai RS di Jateng Terancam Tertular

BNews—GROBOGAN— Puluhan pegawai Rumah Sakit Umum DaerahPurwodadi diminta melakukan rapid test, kemarin, (11/4). Mereka melakukan test setelah melakukan kontak langsung terhadap pasien positif covid-19 yang dirawat di kamar bangsal.

Di hari pertama, ada , 25 orang yang telah menjalani rapid test. Wakil Direktur RSUD Purwodadi Titik Wahyuningsih membenarkan puluhan perawat telah menjalani test.

”Iya, hari ini (kemarin) jadi dilakukan rapid test. Tadi ada 25 orang yang sudah di rapid test,” katanya.

Titik menjelaskan, rencananya ada 76 pegawai yang akan akan menjalai rapid test. Mereka ini adalah orang yang sempat kontak langsung dengan si pasien sebelum ditempatkan di ruang isolasi.

Selain perawat, ada juga dokter, bagian pendaftaran, Instalasi Gawat Darurat (IGD), hingga tenaga kebersihan.

Yakni, petugas di bagian pendaftaran, IGD, dokter, perawat, hingga tenaga kebersihan. ”Pelaksanaan rapid test kita lakukan bertahap. Untuk yang lainnya akan kami rapid test hari Senin dan Selasa lusa,” jelas dia.

Disinggung hasil rapit test terhadap 25 pegawai, Titik mengaku belum mengetahui. Menurut dia, hasil tersebut baru bisa diketahui besok (hari ini).

Baca juga: Selamat Ulang Tahun Kota Magelang ke 1.114, Semoga Lekas Membaik

Diketahui sebelumnya, pemeriksaan terhadap puluhan pegawai di RSUD itu dilakukan terkait ketidakjujuran pasien yang dinyatakan positif covid-19. Berdasarkan hasil uji swab yang dikirimkan ke dinas terkait, Kamis (9/4) malam.

Si pasien sebelumnya memiliki riwayat baru pulang dari Hongkong beberapa bulan lalu. Setelah itu, ia juga sempat pergi menemui rekannya di Jogjakarta. Tidak lama setelah dari Jogja, tanggal 24 Maret 2020 yang bersangkutan periksa ke RSUD Purwodadi.

Berawal saat pertama kali diperiksa, pasien asal Kecamatan Geyer itu tidak jujur memberikan keterangan. Ia menutupi riwayat bila pernah ke Hongkong dan Jogja sebagai zona merah covid-19.

Dari keterangan palsu tersebut, dokter kemudian merawat pasien di salah satu kmar yang ada di Bangsa Aster. Bukan di ruang isolasi. Di bangsal itu ditempati tiga orang pasien.

Selama di rawat, pasien berusia 47 tahun itu juga ditangani dokter spesialis penyakit dalam. Kemudian, kondisinya juga diobservasi lebih lanjut oleh dokter spesialis paru.

Dari pemeriksaan dokter spesialis ini, kondisi pasien ada pneumonia. Setelah ditanyakan lebih lanjut, pada tanggal 30 Maret 2020, pasien baru mengaku kalau baru pulang dari luar negeri dan sempat pergi ke Jogjakarta.

Usai menyampaikan keterangan tersebut, pasien langsung dipindahkan ke ruang isolasi. Setelah kondisinya sehat, si pasien diperbolehkan pulang 2 April 2020 dan diminta isolasi mandiri di rumah.

Sebelum pulang, pasien sempat diambil sampel lendirnya untuk diuji di laboratorium di Yogyakarta. Hasil uji swab menyatakan kalau pasien itu positif covid-19.

Berdasarkan hasil swab ini, pasien itu kembali dijemput dari rumahnya oleh petugas untuk kembali dirawat di RSUD Purwodadi. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: