Bayi Lahir Dengan Kondisi Kepala Lonjong Karena Divakum, ini Saran Dokter Spesialis
- calendar_month Sen, 6 Jun 2022

Bayi lahir dengan kondisi kepala lonjong
BNews–NASIONAL– Viral beberapa tahun lalu seorang bayi dengan kondisi kepala lonjong.
Dimana diketahui kepala bayi tersebut lonjong karena divakum atau forcep saat melahirkan.
“Bentuk kepala bayi yang lonjong ke atas disebabakan karna proses kelahiran dimana pada saat proses melahirkan si kecil susah keluar sehingga biasanya dokter akan melakukan vakum atau forcep yang membuat kepala bayi bunda menjadi lonjong. Dan bentuk kepala bayi yang lonjong akan beresiko bahaya untuk tumbuh kembang bayi jika dibarengi dengan kondisi kepala yang peyang,” keterangan waktu itu.
Oleh karena itu Dokter spesialis kandungan, dr. Huthia Andriyana, SpOG memberikan penjelasan.
Ia mengatakan, kepala bayi lonjong bisa terjadi saat proses persalinan tidak hanya menggunakan alat vakum.
“Dengan persalinan normal tanpa bantuan alat bisa terjadi benjolan di kepala bayi, biasanya karena proses persalinan yang lama atau ibu sulit mengejan,” urainya kepada Tribunnews, Jumat (8/1/2021).
Huthia kemudian menguraikan fungsi dari alat vakum dalam proses persalinan. Terdapat sejumlah alasan kenapa alat tersebut digunakan.
Misal ibu tidak kuat mengejan, persalinan sudah berlangsung cukup lama namun bayi tidak kunjung lahir, kontraksi rahim kurang, maupun kondisi detak jantung janin menurun (gawat janin).
“Sehingga kelahiran bayi harus dipercepat,” ujar perempuan yang juga menjabat Co-founder Klinik Bunda Sehat ini.
Dampak robekan dapat diatasi dengan jahitan seperti persalinan pada umumnya. Sedangkan untuk benjolan akan kembali normal.
Huthia menyarankan untuk langkah penangan, cukup dilakukan observasi dengan melakukan kontrol ke dokter anak secara berkala.
“Biasanya dalam 2 minggu, pelan-pelan sudah mulai normal. Tidak perlu menekan-nekan, membebat kepala bayi atau mengoleskan cairan serta ramuan tertentu.”
“Proses ini biasanya akan membaik secara perlahan, jadi selama bayi kondisinya masih baik, tidak ada kejang, cukup diobservasi saja,” tutupnya. (*)
About The Author
- Penulis: Marisa Oktavani



Saat ini belum ada komentar