IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

BBM Premium Akan Diuji Coba Dihapus di Pulau Jawa,Bali dan Madura

BNews–JATENG– Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berupaya menekan emisi gas rumah kaca. Salah satu caranya dengan menghapus bahan bakar minyak atau BBM seperti premium.

Menteri ESDM Arifin Tasrif menjelaskan pemerintah terus berupaya mendorong penggunaan energi bersih. Oleh karena itu, pemerintah mendorong masyarakat beralih dari penggunaan premium ke pertalite.

Terlebih lagi, produk premium sudah ditinggalkan negara-negara lain. Hingga kini, hanya lima negara saja yang menggunakan premium termasuk Indonesia.

Adapun, aksi korporasi uji coba penggantian produk BBM dari premium ke pertalite telah dilaksanakan Pertamina secara mandiri di Bali. Ke depannya, pemerintah ingin melaksanakan uji coba penghapusan premium di empat wilayah di Jawa, Madura, Bali (Jamali) secara bertahap.

“Selain Bali, ada empat daerah lagi uji coba pertalite menggantikan premium,” kata Arifin.

Pertamina sebelumnya menyatakan bakal meninjau kembali penggunaan BBM beroktan rendah seperti premium dan pertalite. Hal itu merupakan upaya perusahaan pelat merah tersebut dalam mendukung rencana pemerintah menekan emisi.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dikutip katadata.co.id mengatakan peninjauaan penggunaan BBM beroktan rendah itu mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2017 yang mengharuskan penggunaan BBM di atas RON 91. Dengan terbitnya aturan tersebut, ada beberapa produk Pertamina yang tidak bisa lagi dijual.

Loading...

“Ada dua produk BBM yang kemudian tidak boleh lagi dijual di pasar kalau mengikuti aturan tersebut yaitu premium dan pertalite,” ujar Nicke dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII, Senin (31/8).

RON merupakan  angka acuan oktan untuk mengukur kualitas bahan bakar kendaraan bermotor. Semakin tinggi angka oktannya, semakin rendah emisi gas buangnya. Bahan bakar yang masih di bawah RON 91 yaitu premium dengan nilai oktan 88 dan pertalite yang memiliki RON 90.

Meski demikian, rencana penghentian penjualan dua produk tersebut masih menjadi pertimbangan. Sebab, konsumsi BBM jenis pertalite dan premium yang paling besar dibandingkan produk BBM lainnya. (*/Lubis)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: