Tak Jera, Residivis 5 Kali Masuk Penjara Ini Kembali Curi Sepeda Ontel

BNews—JOGJAKARTA— Seorang residivis berinisial PS, 51, kembali ditangkap polisi meski sudah masuk penjara sebanyak lima kali. Warga Cebongan, Tlogoadi, Mlati, Sleman ini diciduk apparat usai mencuri sepeda ontel di kos-kosan Jalan Afandi Pelem Kecut, Santren, Caturtunggal, Depok, Sleman, akhir pekan lalu.

”Dalam catatan kami, PS bahkan sudah lebih dari lima kali masuk penjara,” ujar Kapolsek Bulaksumur AKBP Sugiyarto melalui Kanit Reskrim Iptu Purwanto Rabu, (23/2).

Ia menjelaskan, dalam melakukan aksinya pelaku selalu sendirian dan menyasar sepeda yang berada di rumah dan tempat indekos. Setelah memastikan situasi aman, pelaku lantas beraksi menuntun sepeda korban.

”Setiap kali beraksi, pelaku ini selalu sendirian. Sasarannya rumah yang ditinggal pemiliknya tidur atau tempat indekos,” kata Iptu Purwanto.

Sebelum ditangkap akhir pekan lalu, pelaku berjalan di lingkungan kampung Pelemkecut. Saat melintas di sekitar lokasi, pelaku melihat ada garasi yang terbuka dan di dalamnya terlihat ada beberapa sepeda. 

DPD PKS Magelang Ramadhan

Setelah memastikan situasi aman, pelaku masuk mengambil satu unit sepeda ontel merk Giant. Selanjutnya sepeda didorong keluar. Dia tak sadar jika pemilik rumah Wildan Diar, 21, mengetahuinya dan langsung melakukan pengejaran.

Sadar aksinya diketahui, pelaku berusaha melarikan diri. Namun korban yang mengejar sambil berteriak akhirnya berhasil mengamankan pelaku dan sepeda miliknya. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian Rp8 juta. 

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Pelaku dan barang bukti kemudian diserahkan ke Polsek Bulaksumur guna dilakukan pemeriksaan lebih lajut. Kepada polisi, tersangka pun mengakui sudah berulangkali masuk penjara.

”Kami masih terus mengembangkan kasus itu, apakah masih ada pencurian yang dilakukan tersangka di tempat lain atau tidak,” jelasnya.

Terang dia, tersangka terakhir kali menghirup udara bebas dari penjara pada pertengahan tahun lalu. Sejak itu, dia memutuskan kembali jadi maling.

Sasarannya adalah rumah dan kos-kosan. Tiap beraksi, pelaku jalan kaki keliling kampung. Jika mendapati sepeda yang bagus, langsung dia ambil.

”Pelaku ini sudah berulangkali kali keluar masuk penjara. Keluar dari penjara, dia jadi maling dengan sasaran sepeda onthel bermerk. Setiap kali beraksi dia sendirian,” terangnya.

Imbuh dia, pelaku mengaku jika ia melakukan hal tersebut karena terhimpit ekonomi. Selain itu penghasilannya dirasa kurang. Namun, petugas tidak begitu saja mempercayai dengan pengakuan pelaku ini.

”Niatnya sepeda itu mau dijualnya untuk biaya hidup. Pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian, pelaku juga terancam hukuman maksimal lima tahun penjara,” Iptu Purwanto. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: