Begal Tewas Ditangan Anak SMA

BNews—NASIONAL— ZA, 17, yang masih berstatus pelajar menusuk begal bernama Misnan, 35 hingga tewas. Dia terpaksa membunuh pelaku begal lantaran pacarnya hendak disetubuhi.


Misnan diketahui merupakan warga Desa Penjalinan Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang. Sedangkan ZA, 27 yang menyelamatkan pacarnya sekaligus pelaku penusukan warga Desa Gondanglegi Kecamatan Gondanglegi.

Advertisements
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});


Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung benar kita amankan pelaku penusukan tersebut. “Awalnya kasus ini bermula penemuan mayat di yakni Misnan yang dikira pencari burung meninggal secara tidak wajar pada Minggu 8 September 2019. Namun ternyata kenyatan berbeda,” katanya.


Setelah diselidiki dan bersumber keterangan dari pelaku penusukan ZA, terungkaplah kasus sebenarnya. “Ternyata ZA ini membela pacaranya saat hendak diperkosa oleh Misnan. Awalnya ZA berdua dengan pacarnya dicegat mau dibegal oleh 4 orang. Dan saat itu begal itu meminta ZA merelakan pacarnya untuk disetubuhi oleh para begal,” imbuhnya.

Mengetahui permintaan tersebut otomatis ZA naik pitam. “Saat itu ZA langsung mengambil sebuah pisau yang berada dalam tasnya yang biasanya untuk praktek sekolah. Sempat terjadi duel dengan Misnan (Begal Tertusuk), dan ZA mampu menusuk Misnan tepat diperutnya hingga bersimbah darah dan tewas,” papar AKP Yade Setiawan Ujung.

Saat itu ketiga rekan Misnan yang hendak membegal langsung kabur melarikan diri. “Dari hasil pemeriksaan ZA itu, Tim Reskrim Polres Malang langsung bergerak. Tak sampai satu hari dua pelaku begal rekan Misnan bisa diamankan dan satu orang buron,” terangnya.

BACA JUGA : Jembatan Gantung Terpanjang di Magelang Bernama Jokowi, Ini Alasannya

Dua orang teman Misnan yang berhasil diamankan yakni Ahmad, 22 dan Rozikin,41. Dimana Keduanya orang tersebut warga Dusun Penjalinan, Gondanglegi dan masih kakak beradik.

Hingga saat ini, Tim Satreskrim Polres Malang masih melakukan penyidikan dan pengembangan kasus. Namun ZA yang masih berstatus pelajar ini tetap bisa dijerat dengan pasal tentang Penganiayaan.

“Pasal yang kita sangkakan terhadap ZA ini bisa saja Pasal 351 tentang Penganiayaan. Tapi, ZA juga korban pembegalan dan membela diri dalam kasus ini. Pisau yang dibawa ZA juga untuk praktik di sekolah,” pungkasnya. (Internet/bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: