Begini Cara Mengurus Jenazah Positif Corona Beragama Katolik

BNews—NASIONAL— Pandemi Covid-19 di Indonesia hingga Jumat, (24/3) menembus 1.046 kasus dengan 87 pasien meninggal dan 46 orang sembuh. Seluruh agama di dunia khususnya di Indonesia memiliki protokloer atau tata cara mengurus jenazah Covid-19. Tidak terkecuali bagi jenazah yang beragama Katolik.

Pelaksana Tugas (Plt) Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama Aloma Sarumaha menjelaskan, protokol pengurusan jenazah pasien Covid-19 untuk yang beragama Katolik telah disusun. Tepatnya usai pihaknya berkoordinasi dengan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

”Protokol pengurusan jenazah Covid-19 beragama Katolik itu harus diterapkan,” tuturnya.

Aloma menjelaskan, protokol diterbitkan sebagai panduan bersama yang harus dilakukan bagi umat Katolik yang meninggal dunia karena korona.

”Prinsip pengurusan jenazah pasien Covid-19 dilakukan oleh petugas kesehatan atau pihak rumah sakit yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan,” jelasnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik disini)

Protokoler dalam mengurus jenazah positif korona, khususnya bagi yang beragama Katolik adalah sebagai berikut:

Loading...
  1. Pengurusan jenazah pasien Covid-19 dilakukan oleh petugas kesehatan atau pihak rumah sakit yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.
  2. Jenazah pasien Covid-19 dipakaikan pakaian sepantasnya. Kemudian dimasukkan ke dalam kantong jenazah berbahan plastik yang tidak tembus air untuk kemudian dimasukkan ke dalam peti jenazah.
  3. Jenazah yang sudah dimasukkan ke dalam peti dilarang untuk dibuka kembali. Kecuali, dalam keadaan mendesak seperti autopsi dan hanya dapat dilakukan oleh petugas yang berwenang.
  4. Jenazah disemayamkan tidak lebih dari empat jam.
  5. Khusus mengenai penghantaran jenazah ke pemakaman, petugas Gereja katolik untuk urusan ibadah pemakaman mengikuti prosedur yang diatur oleh dinas kesehatan.
  6. Ibadah pemakaman diatur oleh petugas Gereja Katolik sesuai dengan prosedur ibadah pemakaman biasa dengan hanya mengikutsertakan perwakilan keluarga. Yang jumlahnya disesuaikan berdasarkan saran atau petunjuk petugas kesehatan.
  7. Selama ibadah pemakaman, seluruh petugas Gereja Katolik dan perwakilan keluarga harus mengikuti prosedur kesehatan menyangkut sanitasi, physical distancing dan hal-hal lainnya yang diatur dalam pencegahan penularan Covid-19. (han)
Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: