Begini Kepedulian Seorang Guru Terhadap Muridnya yang Sedang Mengungsi

BNews—MERTOYUDAN—Seorang guru Sekolah Dasar Negeri Krinjing 1 mengunjungi lokasi pengungsian di Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, pada Kamis (12/11/2020). Ia datang untuk membantu pembelajaran anak didiknya yang sedang mengungsi.

Guru tersebut bernama Istiyah yang merupakan guru kelas 1 SD Negeri Krinjing 1. Nampak saat pembelajaran, ia mengajar dengan teliti dan sabar pada keempat muridnya untuk belajar.

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, sang guru itu memulai dengan memperdengarkan siaran radio tentang materi pembelajaran untuk murid kelas 1 SD. Dengan telaten, ia membantu kelancaran pembelajaran daring para anak didiknya tersebut.

”Murid kelas 1 yang mengungsi ada empat anak. Tadi belajarnya melalui radio, murid-murid saya stelkan pembelajaran itu. Usai mendengarkan, suruh mengerjakan tugas,” kata dia, usai kegiatan belajar mengajar di lokasi pengungsian Desa Deyangan, Kamis (12/11/2020).

”Alhamdulillah mereka mengerjakan dengan semangat dan murid bisa,” sambung dia.

Kedatangan Istiyah ke lokasi pengungsian di Deyangan tersebut ternyata inisiatif dirinya sendiri. ”Saya ingin tahu kondisi murid-murid saya di sini itu bagaimana. Yang pertama kesehatannya dan kedua yakni pendidikannya,” ujar dia.

Dia menilai bahwa hal tersebut adalah tanggungjawabnya sebagai seorang pengajar. ”Tak semua orang tua itu memiliki HP sehingga saya datang kemari,” papar dia.

Loading...
Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Istiyah mengaku tidak keberatan bila harus mendatangi lokasi pengungsian murid-muridnya itu. ”Saya malah kalau dirumah itu bila tidak bertemu dengan anak-anak, jadi pikiran. Setelah bertemu Alhamdulillah semua sehat dan lancar,” imbuhnya.

Warga dusun Japunan, Desa Dukun, Kecamatan Dukun tersebut mengungkapkan bahwa baru kali ini mengajar anak-anak yang sedang mengungsi. Sebab dirinya mulai mengajar di SD Negeri Krinjing 1 sekitar empat tahun lalu.

”Erupsi yang dulu, saya malah mengungsi. Jadi baru kali ini saya mengajar di lokasi pengungsian,” terang dia.

Terkait pembelajaran daring di tengah pandemi, Istiyah mengaku bila sebelum mengungsi, para muridnya berkelompok dalam satu dusun. Kemudian mengerjakan tugas melalui salah satu HP milik orang tua, sebab tidak semua orang tua atau murid memiliki HP.

”Insyaallah (bila) kondisi dirumah juga baik, saya akan silaturahim (lagi) ke tempat anak-anak di pengungsian,” pungkasnya. (mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: