Begini Keseruan Konferensi Video Ganjar Dengan Para Siswa se-Jateng

BNews—SEMARANG— Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berencana menghidupkan kembali program Gubernur Mengajar yang terhenti sejak pemberlakuan belajar dari rumah. Keinginan Ganjar ini disampaikan sebagai tanggapan protes program belajar di rumah yang justru menambah beban pikiran.

Sore tadi, (15/4) Ganjar mengumpulkan pelajar dari 35 kabupaten/ kota di Jateng. Dalam konferensi video yang gelar, sebagian besar pelajar manyampaikan perasaan jenuh. Hingga tidak jarang para siswa berinisiatif membuat grup-grup belajar daring untuk mengatasi kebosanan tersebut.

”Setidaknya bapak ibu guru memahami situasi ini agar dibuatkan model pembelajaran yang kreatif,” tutur Ganjar.

”Intinya mereka butuh yang seperti ini (konferensi video). Mereka butuh tatap muka, kelihatan wajahnya, ada pengantar lalu diberi tugas. Atau beri tugas saja yang mereka lebih senang, seperti bikin vlog,” sambungnya.

Konferensi video tersebut sengaja Ganjar lakukan setelah mendapat banyak aduan dari siswa di media sosial. Orang nomor satu di Jateng ini berulang kali melakukan konferensi video dengan berbagai pihak, akhirnya memutuskan menggelar hal serupa dengan para siswa.

”Karena saya ingin tahu belajar di rumahnya itu seperti apa. Begitu saya tawarkan tadi pagi, kita invite semua, semua langsung bisa ikut. Rasanya mereka happy banget bisa komunikasi langsung,” jelasnya.

Bahkan setelah merasakan keseruan konferensi video tersebut, Ganjar berencana kembali menjalankan program Gubernur Mengajar yang telah berhenti sejak pemberlakuan belajar dari rumah. ”Saya terinspirasi disuasana stay at home ini program Gubernur Mengajar saya rasa bisa dijalankan,” ungkap dia.

Loading...
Baca juga: Kunjungi Asrama Mahasiswa Papua di Semarang, Ganjar Serahkan Bantuan

Bukan hanya itu, dalam waktu dekat Ganjar juga bakal melakukan konferensi video dengan para perantau Jateng di luar daerah. Rencananya akan diteruskan dengan calon pemudik yang menunda diri untuk mudik.

”Untuk mereka yang di Jabodetabek, mau saya ajak bicara agar persoalannya bisa disampaikan dan terselesaikan. Dengan TKI juga. Akan kita buat serial,” pungkas Ganjar.

Diketahui sebelumnya, Ganjar melakukan pertemuan yang digelar lewat konferensi video selama dua jam setengah. 35 pelajar dari perwakilan Forum Anak Kabupaten/Kota di Jawa Tengah satu persatu menyampaikan unek-uneknya. Mulai dari keluhan hingga usulan metode pembelajaran.

Seperti yang dikeluhkan siswi SMAN 1 Sragen, Amelia Adiputri Diansari yang mengatakan banyak guru gagap menggunakan teknologi, utamanya para guru senior. Ketika instruksi belajar dengan model daring dikeluarkan, guru-guru tersebut kesusahan beradaptasi meski akhirnya bisa teratasi atas bantuan guru junior.

Selain persoalan guru, Amel juga menerangkan bila para siswa sudah mengalami masa jenuh menjalani pembelajaran di rumah. Menurutnya, siswa memerlukan inovasi dan kreasi dari guru. Terlebih tentang materi yang berkenaan dengan covid-19.

”Ini merupakan hasil riset kami (Forum Anak Jateng) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB Jateng). Ketika para siswa diminta mengisi kuesioner tertutup, sekitar 80 persen menyatakan bosan,” imbuh perempuan yang juga menjabat Ketua Forum Anak Jateng itu. (lhr/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: