Belajar Dari YouTube Dukun Aborsi Asal Magelang Pakai Ramuan Ini Untuk Gugurkan Bayi

BNews—MAGELANG— Seorang pria berinisial SK, 35, yang merupakan warga Desa Krasak, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang harus berurusan dengan polisi. Dirinya ditangkap terkait kasus aborsi menggunakan racikan minuman.

Kasat Reskrim Polres Magelang, AKP Hadi Handoko mengatakan, praktik aborsi ini terbongkar usai SK menggugurkan kandungan warga Desa Pakelan, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo berinisial SA, 21. Yang mana hasil berhubungan dengan kekasihnya HY, 21.

”Pasangan ini mendatangi rumah SK yang kesehariannya bekerja sebagai tukang pijat dan supir jasa angkut. SK ini mendapat informasi untuk mengugurkan janin dari Youtube,” katanya saat konferensi pers di Polres Magelang, Kamis (11/2/2021).

Jelas Hadi, pasangan kekasih tersebut menginap dirumah SK selama lima hari. Setiap harinya, SA diberi minuman racikan yang terdiri dari merica, nanas dan minuman berkarbonasi. Bahan-bahan tersebut diblender menjadi satu.

”Pada hari kelima, SA diberi minuman itu kembali dan dipijat oleh SK pada bagian perutnya lalu air ketubannya keluar. Berselang satu jam, SA diberikan minuman racikan itu kembali dan juga dipijat kemudian janinnya keluar,” jelas dia.

Usai janin keluar, pelaku SK kemudian menutup janin menggunakan kain putih dan di makamkan di TPU desa setempat. Sementara itu, kasus ini terbongkar berdasarkan laporan warga.

”Usai mendapat laporan, polisi melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap ketiga pelaku,” ujar Hadi.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Selain pelaku, kata Hadi, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu bungkus plastik merica utuh, satu bungkus plastik merica bubuk, satu cangkul, dua botol polos minuman berkarbonasi ukuran 250 mililiter. Kemudian dua botol bermerk minuman berkarbonasi ukuran 250 mililiter, satu gelas kaca, satu jam tangan, sepasang sandal, satu potong kaso dan satu mobil beserta kunci dan STNK.

” Untuk mempertanggungjawabkan aksinya, para pelaku dijerat pasal 80 ayat (3) UURI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UURI No 23 tahun 2002. Tentang perlindungan anak ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan atau denda paling banyak 3 milyar,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: