Belasan Ribu Santri Antar Kepergian Nyai Chalimah di Tegalrejo Magelang

BNews–MAGELANG-– Proses pemakaman  Simbah Nyai Hj Nur Chalimah Ch, ibunda Gus Yusuf Chudlori pengasuh Ponpes API Tegalrejo Magelang sore ini (21/4/2022).

Kepergiaanya diantarkan Belasan Ribu Santri, baik yang masih mondok maupun alumni Ponpes API Teglarejo Magelang.

Informasi yang diperoleh Borobudurnews.com, jenazah disholatkan kloter terakhir sekitar pukul 15.50 wib.

Selanjutnya jenazah dalam keranda diberangkatkan ke Makam yang tidak jauh dari rumah duka.

Belasan ribu santri dan tamu yang takziah memadati kanan-kiri jalan yang dilalui rombongan membawa jenazah  Simbah Nyai Hj Nur Chalimah Ch.

Dengan diangkat bergantin, keranda jenazah berjalan di tengah-tengah jalan diiringi bacaan Lailahaillallah.

Simbah Nyai Hj Nur Chalimah Chudlori merupakan istri dari Kyai Haji Chudlori bin Ihsan bin Abdul Halim (Ayah) yang juga telah meninggal dunia.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Beberapa pesan berharga Simbah Nyai Hj Nur Chalimah CH terkenang kepada para santri maupun santriwati di Ponpes API Tegalrejo. Seperti yang tersirat luduni.id berikut ini.

 “Nyangoni bocah mondok kuwi paling apik seko hasil bumi,(Memberi sangu kepada anak yang mondok itu paling bagus dari hasil bumi),” dawuh ibu nyai Hj Nurhalimah Ch.

Beliau bercerita saat masih memondokkan putra putri beliau. Sangu atau uang saku untuk keseharian pondok yang paling utama adalah hasil bumi.

Saat masih memondokkan, beliau teringat betul selalu memberikan saku dari hasil bumi terutama kebun. Ini berhubungan kehati hatian dalam hal perkara syubhat. Karena makanan menjadi sangat vital bagi pertumbuhan otak, tubuh, juga akal fikiran.

KH Abdurrahman Ch juga selalu mengingatkan dan juga menjelaskan perihal tentang makanan, bahkan secara detail beliau dawuh

“Maeman sing wis mlebu nang jero awak arek dadi siji Karo organ tubuh liyane, diolah dadine daging, getih, sing nyebar nang sekabehane awak. (Makan yang sudah masuk ke dalam diri anak jadi satu dengan organ tubuh lainnya, diolah menjadi daging, getih, yang menyebar ke seluruh badan).”

“Nek panganan mau asale ora halal, mongko arep dadekne wong mau abot nglakoni ngibadah, (Kalau makanan itu asalnya tidak halal, maka untuk melakukan ibadah itu akan berat)”

Itulah sedikit dawuh beliau. Semoga beliau simbah Nyai Hj. Nur Chalimah Chudlory sehat selalu. Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin… (*)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: