IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

Berbekal Kulit Salak, Dua Mahasiswi Asal Magelang Ini Raih Juara di Kompetisi Internasional

BNews–SEMARANG—Dua mahasiswi asal Magelang ini berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Berbekal kulit salak, mereka berhasil menjadi salah satu juara kompetisi Internasional di Thailand.

Kedua mahasiswi itu adalah Rina Budi Astuti dan Alfi Faza Novalia Irsa mahasiswi Jurusan S1 Biologi Universitas Diponegoro, Semarang. Mereka menjadi bagian tim mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang dalam kompetisi internasional di Thailand 2-6 Februari 2020 bersama timnya.

Bersama timnya Su’ma Fika R, Della Widya P, Safira Rosyada, dan Sifah Iris L mereka berhasil menyabet medali perunggu diajang Internasional awal Februari 2020 lalu. Menyisihkan 23 negara lainnya.

Dalam event Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx 2020) In Thailand Inventors’ Day 2020 mereka berjuang dengan sungguh sungguh. Berlokasi di BITEC Bang Na, Bangkok, Thailand, acara digelar oleh National Research Council of Thailand (NRCT).

Dalam kompetisi tersebut tim mengangkat tema Food And Healthy. Mereka membuat minuman herbal dari kulit salak untuk mengurangi diabetes.

Salak yang dipakai untuk penelitian dihasilkan di wilayah Magelang. Meski memiliki komuditi salak limbah atau kulit salak belum banyak dapat memanfaatkan. “Oleh sebab kita berpikir bagaimana agar kulit salak dapat menambah produktivitas warga atau petani salak,” ungkap Rini Budi Astuti kepada Borobudur News (23/2/2020).

NEWS: Mahasiswa Universita Diponegoro asal Magelang ii kibarkan Bendera Merah Putih di kompetisi internasional di Thailand (6/2/2020)-(Foto: Istimewa)
NEWS: Mahasiswa Universita Diponegoro asal Magelang ii kibarkan Bendera Merah Putih di kompetisi internasional di Thailand (6/2/2020)-(Foto: Istimewa)
Loading...
DOWNLAOD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Tidak hanya produktifitas yang menghasilkan, namun kesehatan masyarakat Indonesia juga mampu diperhatikan. Dengan minuman dari bahan dasar kulit salak ini mampu mengurangi risiko diabetes,” imbuhnya.

Perlu diketahui, perjuangan mereka mengikuti kompetisi internasional tersebut tidak mudah. Mereka sebelumnya ikut seleksi terlebih dahulu di tingkat Nasional melawan 17 Universitas lainnya.

“Seleksi tersebut dari Indonesian Invention and Innovation Promotion Association. Dan kami berhasil lolos sehingga bisa berlomba di Thailand kemarin,” terang Rina Budi A.

Namun keenam mahasiswa ini tidak langsung berbangga hati saat itu. Mereka harus memikirkan bagaimana bisa berangkat ke Thailand.

“Ya karena sponsor yang kami ajukan tidak ada yang cair, maka kita biaya sendiri berangkat ke Thailand. Disana kita juga biaya sendiri,” ungkap Rina.
Setelah berkompetisi mereka mendapat medali perunggu, dan itu sudah termasuk hal yang istimewa. “Dari lomba itu kita dapat medali dan serfitikat aja,” ujarnya.

Diungkapanya, biasanya kalau dapat juara akan dapat reward dari Kampus, namun hingga saat ini belum ada informasi. “Biasanya kalau menang dapat reward tetapi kalau kalah yang tidak dapat dari kampus,” ungkapnya.

Setelah keberhasilan tersebut, mereka masih ingin melakukan penelitian lebih lanjut lagi tentang produknya agar benar-benar teruji. “Jika sudah teruji, kami berharap bisa dikomersilkan,” pungkasnya. (bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: