Beredar Rekaman Klarifikasi Diduga Anak Dari Ibu Trimah Magelang yang Diserahkan Ke Griya Lansia

BNews–MAGELANG– Beredar sebuah rekaman suara yang berhubungan dengan kasus Ibu Trimah asal Magelang yang diserahkan ke Griya Lansia Di Malang oleh anak-anaknya. Dalam rekaman suara tersebut mengaku bahwa itu adalah salah satu anak Ibu Trimah.

Rekaman suara seorang perempuan tersebut berdurasi bicara sekitar 3 menit. Rekaman tesebut diunggah dan disertai slide foto kondisi Ibu Trimah di Channel Youtube Jelajah Story.

Dan berikut isi rekaman suara dari orang yang mengatakan anak ibu Trimah.

“Assalamulaiakum WR.WB, saya akan meluruskan berita ibu Trimah dibuang oleh Ketiga anaknya. Saya mewakili salah satu anaknya,”

“Sebenarnya tidak ada yang membuang. Dari awal dia sakit, sakit struk pertama dia sudah diurusi oleh anaknya yang paling kecil. Namun disitu dia selalu bikin ulah, setiap hari berantem sama mantu dan cucunya. Sampai adik saya bingung harus bagaiamana,”

“Akhirnya ia sembuh sampai berjalan kembali. Dan saya tanya maunya ibu trimah apa, dan ia Jawab mau ikut anaknya yang laki-laki. Dan saya antarkan ke anak laki-laki. Disitupun Ia selalu berantem dengan menantunya, sampai adik saya laki-laki tidak kuat dan sayapun tidak mungkin bisa merawat dia, karena dia sudah bikin sakit hati suami saya,”

“Dan suami saya mengancam jika kamu mau mengurusi orang tua saya silahkan tapi dia akan angkat kaki sama anak-anaknya dari sini. Saya bingung, akhirnya saya minta bantuan ibu-ibunya Ibu Trimah,”

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Ada salah satu adiknya mau mengurusi, adiknya yang di Borobudur. Tetapi baru satu bulan di adiknya, Ia selalu bikin ulah, setiap hari selalu bikin maksiat sama adik-adiknya. Terus ada adiknya juga mengadu kepada saya bilang gak sanggup dan gk kuat,”

“Saya bingung harus bagaimana, dan akhirnya saya mendapat informasi dapat di facebook. Dan saya konfirmasi ke Panti itu, yang katanya disana akan dibimbing seperti dipondokan mbak, akan kami bimbing mbak, akan kami ajari ibadah,”

“Kitapun selalu mengingatkanya untuk ibadah, namun jawaban ibu trimah itu bilang Allah itu sudah sulit tidak ada di hati aku. Aku bingung kalai disitu, terus aku terpaksa anterin kesana,”

“Tapi di dalam hati kecil saya tidak ada anak-anaknya yang membuang. Tidak ada salah satu anaknya yang membuang. Kita disitu hanya menitipkan. Itu saja terima kasih,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan santer berita Ibu Trimah diserahkan ke Griya Lansia yang viral di media sosial. Dimana dalam surat tersebut disebutkan ketiga anaknya tidak mampu merawat karena kesibukannya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Ketua Yayasan Griya Lansia Husnul Khatimah, Arief Camra mengatakan ketiga anak Trimah mengaku sibuk sehingga tidak dapat mengurus orang tua.  Mereka tinggal di Jakarta, Bogor, dan Pekalongan sehingga tidak dapat mengurus Trimah yang tinggal sebatang kara di Magelang. Salah seorang anak ingin merawat Trimah, tapi tidak disetujui oleh suami.

“Jadi 3 anaknya itu (tinggal) berjauhan. Di Jakarta, Bogor, dan Pekalongan. Ibunya itu terlunta-lunta di rumah sendirian,” kata Arief, Jumat (29/10/2021). dikutip Suara.com.

Dalam surat pernyataan kepada Yayasan Griya Lansia Husnul Khatimah, ketiga anak Trimah memberikan alasan tidak sanggup mengurus ibu mereka. Ketiganya membubuhkan tanda tangan sebagai persetujuan menyerahkan seluruh perawatan Trimah kepada yayasan.

“Bersepakat untuk menyerahkan perawatan orang tua kami kepada Griya Lansia Husnul Khatimah Malang, dikarenakan kesibukan kami masing-masing,” tulis anak-anak Trimah pada surat peryataan.

Dalam surat peryataan bermaterai tersebut, anak-anak Trimah juga menyerahkan tanggung jawab proses pemakaman ibu mereka kepada Yayasan Husnul Khatimah.

“Asli (surat penyataan). Saya masih punya dokumen yang asli. Tapi saya keberatan kalau diminta nama atau alamatnya. Meskipun anaknya ‘kurang ajar’, tetap kami lindungi (identitasnya),” ujar Arief.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Yayasan Khusnul Khatimah yang beralamat di Malang, Jawa Timur khusus merawat lansia telantar. Meski masih memiliki anak-anak, Trimah termasuk lansia yang ditelantarkan.

“Iya sama saja nanti jatuhnya telantar. Telantar karena memang sengaja ditelantarkan oleh anaknya,” kata Arief Camra.

Menurut Arief, sejak beroperasi Juli 2021, Yayasan Husnul Khatimah menerima lansia dengan kasus penelantaran seperti yang dialami Trimah. Anak-anak menolak merawat orang tua mereka karena alasan kesibukan.

“Jadi ada anak yang benar-benar menyerahkan semuanya ke tempat kami. Tempat kami sebenarnya pusat perawatan lansia telantar. Tapi karena ini ditelantarkan keluarganya, ya nggak apa kami ambil alih perawatannya.”

Yayasan Griya Lansia Husnul Khatimah saat ini merawat 60 lansia berusia 80 hingga 100 tahun. Lansia menerima perawatan gratis dari Yayasan Husnul Khatimah bahkan hingga proses pemakaman.  

Yayasan juga menampung lansia telantar titipan dari dinas sosial setempat.

“Memang di tempat kami diurus gratis 100 persen sampai pemakaman. Jadi sudah 8 lansia yang kami makamkan disini,” kata Arief Camra.

Kasus penelantaran orang tua ini diketahui melalui postingan Facebook @Arief Camra, 28 Oktober 2021. Arief menceritakan proses penyerahan Trimah oleh ketiga anaknya kepada Yayasan Griya Lansia Husnul Khatimah.

Dalam postingan tersebut, Arief menyertakan foto Trimah yang sudah berada di yayasan sejak 28 Oktober 2021, serta bukti surat pernyataan dari anak-anak Trimah. (*/bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: