Berkunjung ke Kampung Bantuan Warga Jateng di Bekas Gempa Donggala Palu

BNews–NASIONAL— Di Donggala, Kota Palu, bekas gempa bumi dan tsunami tahun lalu, berdiri sebuah kampung bernama kampung Jateng. Kampung ini diinisiasi oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dari hasil bantuan dan gotong royong warga Jawa Tengah.

Kemarin, orang nomor satu di Jawa Tengah itu, menyempatkan diri untuk berkunjung ke lokasi tersebut. Disana, gubernur berjumpa dengan masyarakat korban gempa dan tsunami yang sekarang mulai beranjak kembali menata hidup mereka.

Di kampung ini, ada 100 kepala keluarga. Mereka menempati hunian sementara. Kampung Jateng merupakan kawasan hunian sementara yang dibangun oleh Pemprov dan masyarakat Jawa Tengah di Petobo untuk korban gempa.

“Waktu itu temen-temen dari Jawa Tengah menyumbangkan tenaga pikiran dan material untuk saudara-saudara di sini. Waktu saya datang ini masih kosong kemudian dibangunlah Huntara dan Alhamdulilah bisa dipakai,” kata Ganjar.

Ganjar mengatakan saat ini pemerintah Sulawesi Tengah sedang menyelesaikan proses pembangunan hunian tetap untuk warga korban gempa dan tsunami. Dia berharap pembangunan yang dilakukan di daerah Tondo Kecamatan Mantikulore, Kota Palu segera rampung.

“Di sekitar Universitas Negeri, Universitas Tadulako. Semoga masyarakat bisa segera pindah ke sana,” katanya.

Ganjar ke Palu mulanya hendak meresmikan SD Negeri 2 Sirenja Tanjung Padang bantuan warga Jateng pada Rabu (18/9). Namun Ganjar tiba sehari lebih cepat untuk menengok warga penghuni Kampung Jateng.

Loading...

Pembangunan hunian sementara untuk korban bencana di Palu waktu itu diakui oleh Astuti, 38, salah satu penghuni, memang diinisiasi oleh Pemprov Jateng. Setelah hunian sementara yang diberi label Kampung Jateng itu jadi beberapa pihak juga langsung melakukan hal serupa.

“Jadi awalnya di sini ada 100 KK. Karena Huntara ini yang pertama jadi kondisinya sudah agak rusak. Maka beberapa sudah pindah ke Huntara lain. Sekarang tinggal 78 KK,” katanya.

Tidak hanya rumah, di Kampung Jateng tersebut juga dibangun fasilitas lain seperti tempat MCK, sanitasi, saluran air.

MASA DEPAN : Anak-anak Donggala menatap masa depan yang cerah setelah mendapatkan bantuan dari Pemprov dan masyarkat Jateng. (Foto : Humas Pemprov jateng)

“Tapi sekarang air susah pak. Droping airnya dulu hanya enam bulan. Sekarang per kepala keluarga harus iuran Rp15 ribu perbulan untuk beli air,” kata koordinator ibu-ibu Huntara, Muli, 37.

Selain ke Kampung Jateng, Ganjar juga menengok puing-puing akibat sapuan tsunami yang ada di bibir pantai Kota Palu. Puing Jembatan, perumahan, mall jadi saksi betapa dahsyatnya bencana gempa dan tsunami waktu itu. Bahkan Ganjar nampak termangu saat menyaksikan masjid Apung kebanggaan Kota Palu yang kini nampak setengah tenggelam. (lhr/her)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: