Bertemu dengan PKL, Ini yang Dibahas Wali Kota Magelang

BNews—MAGELANG— Sebanyak 70 perwakilan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Magelang mengikuti ‘Ngopi Bareng Pak Wali’ di Pusat Kuliner Tuin Van Java, Alun-alun, Selasa (1/3/2022).

Para PKL ini berasal dari 19 shelter yang sudah merasakan kebijakan relokasi Pemkot Magelang sejak tahun 2010 silam.

Wali Kota Magelang, Muchamad Nur Aziz mengatakan, agenda tatap muka dengan para PKL ini bertujuan untuk mensosialisasikan program-program Pemkot Magelang. Sekaligus memberikan movitasi mereka di tengah kondisi serba sulit akibat pandemi Covid-19.

“Sudah dua tahun pandemi melanda. Kedatangan saya ini, untuk memberikan motivasi dan semangat agar para PKL tetap bekerja memberi pelayanan terbaik. Karena para PKL adalah citranya Kota Magelang,” kata Aziz.

Pada kesempatan itu, Aziz ingin menjalin komunikasi dan menjaring aspirasi dari masyarakat kalangan PKL terkait persoalan-persoalan yang dihadapi para PKL dan sebagainya.

Persoalan yang kerap dialami diantaranya terkait sampah, lokasi shelter yang susah dijangkau sehingga jadi sepi, dan lainnya. Pihaknya pun mengajak OPD terkait, yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), untuk terjun langsung mengatasi persoalan tersebut.

Download Aplikasi BorobudurNews (Klik Disini)

Di satu sisi, Aziz meminta para PKL untuk menjaga semua yang sudah difasilitasi oleh pemerintah.

“Kemudian rawat juga shelter yang ditempati. Karena kalau bersih, pengunjung jadi nyaman. Menaikkan harga itu tidak apa-apa, kalau yang beli sudah nyaman. Mereka pasti akan rela,” ucapnya.

Dia juga meminta, para PKL bisa besikap mandiri, tidak selalu bergantung pada pemerintah saat menghadapi persoalan tertentu. Dikatakan, pemerintah sudah menyediakan shelter dan fasilitasnya secara gratis.

“Shelter-shelter ini kan yang bangun pemerintah. Para PKL bisa menempatinya secara gratis. Kewajibannya menjaga, merawatnya, dan jangan terlalu manja, apa-apa harus pemerintah. Misalnya, tadi ada usulan neon box diganti. Ya pedagang bisa mandiri membuatnya. Pemerintah tidak menarik retribusi apa-apa kok,” imbuhnya.

Turut hadir pada kesempatan itu, Kepala Disperindag Catur Budi Fajar S, Kepala DLH Ot Rostrianto, Anggota Komisi B DPRD Kota Magelang, Waluyo, dan lainnya. (*)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!