Bikin Story WA Tali Tambang dan Kata Pamitan, Siswa di Sleman Gantung Diri
- calendar_month Kam, 16 Feb 2023

ilustrasi bikin story WA pemuda di jogja gantung diri
BNews–SLEMAN-– Seorang siswa SMK di Turi Sleman mengakhiri hidup menggunakan tali tampar di rumahnya. Kejadian tersebut terjadi pada 14 Februari 2023 kemarin sekitar pukul 13.00 WIB.
Korban diketahui berinisial NP, yang masih berusia 19 tahun. Ia merupakan salah satu siswa kelas XII yang juga warga Kalurahan Bangunkerto, Kapanewon Turi.
Kapolsek Turi, AKP Arif Subakdo mengatakan, kejadian kali pertama diketahui oleh teman korban, yang melihat story WhatsApp bertuliskan ‘see you man teman’.
Saksi yang merupakan rekan korban di sekolah melihat status pada pukul 12.44 WIB.
Status tersebut berupa gambar tali tambang warna biru di bawah atap rumah dilengkapi tulisan seperti di atas.
“Selanjutnya saksi 1 mengajak saksi 2 yang juga teman sekolah untuk menuju rumah korban, yang ada di salah satu padukuhan di Kalurahan Bangunkerto. Namun mereka tak bertemu dengan korban. Sebelumnya mereka izin ke sekolah untuk ke sana (ke rumah korban),” ungkapnya (15/2/2023).
Kedua saksi menurut Kapolsek lantas berusaha bergerak ke rumah korban yang berada di padukuhan berbeda. Keduanya menemukan pintu kamar korban yang terkunci lantas berusaha dibuka paksa.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
“Kedua saksi langsung masuk ke kamar korban dan mendapati pintu kamar korban tertutup. Karena curiga, keduanya membuka secara paksa pintu tersebut. Setelah berhasil didobrak, saksi 1 dan 2 melihat korban dalam posisi duduk serta leher korban terikat tali tambang warna biru,” lanjut Kapolsek.
Dari hasil pemeriksaan Puskesmas Turi dan tim identifikasi Polresta Sleman, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada korban. Jenazah korban akhirnya dimakamkan di pemakaman umum Padukuhan Kelor, Kalurahan Bangunkerto, di hari yang sama.
Polisi masih mendalami penyebab tindakan korban mengakhiri hidup sembaru menanti situasi kondusif, mengingat keluarga korban masih berduka. Kasus bunuh diri tersebut menjadi yang kedua di wilayah Turi dalam waktu dua bulan terakhir.
Sebelumnya pada 27 Januari 2023 kasus serupa terjadi di Bangunkerto Turi. Orangtua korban tidak mengetahui penyebab anaknya akhirnya memutuskan mengakhiri hidup.
“Kami berharap di tengah kesibukan, orangtua perlu memberikan waktu kepada anak. Bersama-sama kita berusaha agar tindakan seperti ini tidak terjadi lagi,” pungkas Kapolsek. (*/KR)
About The Author
- Penulis: Joe Joe





Saat ini belum ada komentar