Bilik Asmara Di TEA Pengungsi Merapi Di Magelang Dijadikan Tempat Isolasi PPKM Mikro Desa

BNews–MAGELANG-– Tempat Evakuasi Akhir (TEA) di Gedung Serba Guna Desa Deyangan Kecamatan Mertoyudan masih tetap ada meski pengungsi merapi sudah tidak ada. Bilik-bilik penyekat di dalam gedung juga masih ada.

Ketua LPBDes Deyangan Sumaryatin pun masih piket di sana. Berjaga bergantian dengan relawan lain. “TEA belum dibongkar, Mbak. Posko juga masih jalan. Ini malah ketambahan jadi posko PPKM Mikro,” katanya.

Posko tampak sepi siang itu. Kata Sumaryatin, sudah dua Senin relawan dari Organisasi Pengurangan Risiko Bencana (OPRB) Desa Krinjing tidak piket.

Namun itu tak jadi masalah. Sebab relawan dari LPBDes Deyangan sudah mumpuni.  Kedua pihak dari desa bersaudara itu juga masih rutin komunikasi.

Sementata itu, logistik sudah disortir sesuai tanggal kadaluarsa. Yang sudah mendekati masanya, diserahkan ke pihak Desa Krinjing  dan dibagikan ke relawan.  Bumbu-bumbu juga diletakkan di warung sebagai titipan.

“Tapi mungkin minggu-minggu ini kami akan koordinasi lagi dengan Desa Krinjing. Apakah posko masih dilanjutkan atau mau penutupan,” kata dia.

Sejauh ini, Pemdes Desa (Pemdes) Deyangan  tidak merasa keberatan dengan bilik-bilik pengungsi dalam gedung TEA.

Pihak desa justru tertolong karena tidak repot mempersiapkan tempat isolasi terpusat untuk PPKM Mikro.

“Karena nggak ada pengungsi, kami manfaatkan bilik asmara di TEA sebagai tempat isolasi. Kalau pengungsi kembali, kami juga sudah menyiapkan gedung aula untuk isolasi. Kami tetap siaga untuk Merapi dan Covid-19, tapi ya fleksibel saja, ” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: