BNPB: Antisipasi Fenomena La Nina dalam Mitigasi Gunung Merapi

BNews—MAGELANG— Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta seluruh komponen agar mengantisipasi dampak La Nina. Dalam rangka memitigasi  segala potensi ancaman bencana Gunung Merapi yang saat ini berstatus Siaga.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan mengatakan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), fenomena La Nina pada Desember 2020 hingga Januari-Februari 2021.

”Sebagaimana berdasarkan BMKG, fenomena La Nina dapat memicu hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di seluruh wilayah Indonesia pada Desember 2020 hingga Januari dan Februari 2021,” katanya, Minggu, (29/11/2020).

Terkait dengan Gunung Merapi, material berupa pasir dan bebatuan dari sisa erupsi akan meluncur melalui hulu sungai. Kemudian mengalir melewati wilayah lereng gunung yang menjadi kawasan permukiman penduduk.

Sehingga hal itu harus menjadi catatan dan antisipasi dari upaya mitigasi kebencanaan Gunung Merapi. ”Apabila nanti ada erupsi, kemudian material (sisa erupsi) itu ada di badan-badan sungai yang berhulu di Merapi, maka kita wajib dan harus memasukkan ancaman banjir lahar dingin ini menjadi bagian dari upaya pencegahan maupun mitigasi,” ujar Lilik.

Selain itu, Lilik juga meminta seluruh komponen yang terlibat dalam mitigasi kebencanaan Gunung Merapi agar melihat lebih jauh melalui overlay data dan analisa. Bukan hanya merujuk pada catatan kerawanan dari sisi erupsinya saja. Sehingga cakupan mitigasi menjadi lebih luas dan dampak risiko bencana dapat dikurangi dengan sebaik mungkin.

”Tidak cukup sebenarnya identifikasi itu hanya membuat peta rawan erupsi merapi saja, yang ada KRB I, II dan III. Tetapi dari KRB itu kita juga harus overlap overlay-kan dengan sebaran permukiman, dengan masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Merapi,” papar dia.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Berdasarkan data yang dihimpun BNPB, wilayah berisiko terdampak erupsi Gunung Merapi yang masuk dalam KRB III adalah Dusun Kalitengah Lor di Desa Glagaharjo, Dusun Kaliadem di Desa Kepuharjo dan Dusun Palemsari di Desa Umbulharjo yang berada di wilayah administrasi Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman.

Kemudian Dusun Batur Ngisor, Gemer, Ngandong, Karanganyar di Desa Ngargomulyo; Dusun Trayem, Pugeran, Trono di Desa Krinjing; Babadan 1, Babadan 2 di Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

Berikutnya Dusun Stabelan, Takeran, Belang di Desa Tlogolele, Dusun Sumber, Bakalan, Bangunsari, Klakah Nduwur di Desa Klakah dan Dusun Jarak, Sepi di Desa Jrakah, Kecamatan Selo di Kabupaten Boyolali.

Selanjutnya Dusun Pajekan, Canguk, Sumur di Desa Tegal Mulyo, Dusun Petung, Kembangan, Deles di Desa Sidorejo dan Dusun Sambungrejo, Ngipiksari, Gondang di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: