Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Bojonegoro Dilanda Kekeringan Ekstrem, PNIB Salurkan 120.000 Liter Air Bersih

Bojonegoro Dilanda Kekeringan Ekstrem, PNIB Salurkan 120.000 Liter Air Bersih

  • calendar_month Sel, 8 Sep 2026

BNews—BOJONEGORO— Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, masuk dalam daftar wilayah yang mengalami kekeringan ekstrem pada periode Agustus hingga September 2026. Kondisi tersebut berdampak terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat di sejumlah desa dan dusun.

Berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan, tercatat mengalami kondisi kekeringan ekstrem.

Kondisi tersebut membuat persoalan pasokan air bersih menjadi salah satu kebutuhan mendesak masyarakat. Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial dinilai perlu meningkatkan perhatian serta penanganan terhadap warga yang terdampak.

PNIB Sebut Bantuan Air Banyak Berasal dari Swadaya

Di Kabupaten Bojonegoro, selama Agustus 2026, kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah terdampak kekeringan ekstrem disebut banyak dipenuhi melalui swadaya masyarakat dan organisasi kemasyarakatan yang peduli terhadap kebutuhan dasar warga.

Ormas Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) mengklaim telah 12 kali menyalurkan bantuan air bersih dengan total ribuan liter ke sejumlah desa dan dusun di Kecamatan Ngraho.

Bantuan tersebut dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat dan sejumlah organisasi lainnya sebagai solusi sementara di tengah musim kemarau yang masih berlangsung.

“Kekeringan ekstrem di Bojonegoro itu fakta yang bisa dilihat. Berkali-kali kami mengirimkan bantuan air bersih dengan tujuan mengetuk kepedulian Pemda yang seharusnya sudah waktunya turun tangan” jelas AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) selaku Ketua Umum PNIB kepada awak media.

Terbaru, PNIB bersama Pagar Nusa, Gasmi, dan Laziznu Kecamatan Ngraho kembali menyalurkan 120.000 liter air bersih kepada masyarakat Desa Nganti dan Desa Sugih Waras, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, pada Minggu (6/9/2026).

PNIB Kritik Bantuan Satu Tandon Air

Menurut Gus Wal, bantuan air bersih yang telah berulang kali disalurkan akhirnya mendapat respons dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Namun, respons tersebut dinilai belum sebanding dengan kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Upaya kami membantu warga terdampak kekeringan selama berminggu-minggu dengan ribuan liter air mendapat akhirnya baru mendapat respon dari Pemda Bojonegoro. Satu unit tandon air berkapasitas 5000 liter bantuan diserahkan di Dusun Tuk Buntung, Desa Nganti. Apakah persoalan kekeringan kemudian teratasi? Ternyata belum.” kata Gus Wal.

Tandon air berwarna oranye dengan tinggi lebih dari dua meter dan bertuliskan bantuan BNPB tersebut kemudian diresmikan oleh sejumlah pejabat.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Namun, PNIB menilai persoalan kekeringan di Bojonegoro tidak hanya terjadi di Dusun Tuk Buntung. Masih terdapat puluhan dusun lain yang disebut mengalami kondisi serupa dan membutuhkan pasokan air bersih.

PNIB Soroti Anggaran dan Infrastruktur Air Bersih

Gus Wal juga menyoroti besarnya anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Bojonegoro yang menurutnya belum tercermin dalam penyediaan fasilitas air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan.

“APBD Bojonegoro yang 6,49 Triliun hanya mampu menyumbang 1 tandon air seharga 10 juta itu tidak cukup untuk mengatasi kekeringan yang selalu terjadi tiap musim selama bertahun tahun. Daerah kaya minyak namun irit penyediaan fasilitas umum itu patut kita pertanyakan. APBD itu sebagian besar dari uang pajak warga juga” tegas Gus Wal yang didampingi warga.

Menurutnya, pembangunan dan penyediaan infrastruktur air bersih sudah semestinya menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, khususnya untuk menghadapi persoalan kekeringan yang berulang setiap musim kemarau.

Ia menegaskan bahwa air merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapat perhatian serius.

PNIB Minta Pemda Perkuat Infrastruktur Air Bersih

PNIB berharap Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dapat memanfaatkan potensi daerah, termasuk sumber daya minyak, untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

“Bagaimana hasil sumber daya minyak yang melimpah bisa diwujudkan dalam infrastruktur air bersih, itu menjadi wewenang Pemerintah setempat. Warga butuh bukti kebijakan yang berkeadilan dari Pemda tanpa harus menunggu desakan. Ini menjadi catatan penting yang akan kami kawal hingga benar-benar terwujud” pungkas Gus Wal.

Persoalan kekeringan ekstrem di Bojonegoro menjadi tantangan yang perlu ditangani secara berkelanjutan. Selain distribusi bantuan air bersih, penyediaan infrastruktur dan sistem pengelolaan air yang memadai dinilai penting agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan ketika musim kemarau tiba. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less