Pengusaha Peti Mati Di Mertoyudan Kewalahan Menerima Pesanan

BNews–MAGELANG– Kasus pasien covid yang meninggal dunia di Kabupaten Magelang meningkat membuat pesanan Peti Mati di salah satu pengusaha di Mertoyudan bertambah. Bahkan pengusaha yang bernama Budiyanto itu mengaku kewalahan saat kebanjiran pesanan.

Usaha Peti Mati yang terbuat dari kayu tersebut berada di Dusun Pranan Desa Danurejo Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang. Biasanya Peti Mati produksi pria 37 tahun tersebut dibeli oleh beberapa rumah sakit di Kabupaten Magelang.

“Biasanya yang ambil peti mati dari sini seperti daru RSU Muntilan dan RS Merah Putih. Selain itu juga ada pesanan pribadi dari beberapa orang di wilayah Kabupaten Magelang,” katanya (15/7/2021).

Beberapa bulan belakangan ini, Budiyanto mengaku sampai kewalahan untuk memenuhi pesanan karena saking banyaknya. Padahal, lanjutnya sebelum lebaran  hanya mendapat pesanan tiga sampai empat saja dalam seminggu.

“Pesanan mulai banyak setelah lebaran. Karena banyak orang yang meningal karena Covid-19. Akhir-akhir ini dalam satu minggu saya buat 15 peti mati. Pasti habis,” imbuhnya.

Satu peti yang dibuat oleg Budiyanto dihargai Rp 1.250.000. Meski permintaan naik namun harga tetap normal.

Dalam sehari ia bisa mengerjakan dua sampai tiga peti mati dengan dibantu satu teman dan anak pertamanya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Dalam pembuatannya ia menggunakan kayu mahoni. Selain kuat juga mudah didapat.

Budiyanto mengungkapkan bahwa sebenarnya ia banyak memperoleh tawaran dari beberapa pengusaha untuk membuat peti mati dan dikirim ke luar kota. Namun ia menolak, karena tidak mempu  memenuhi jumlah pesanan.

“Banyak dari luar kota yang pesan peti mati, tapi saya tolak. Karena untuk wilayah Magelang saja sudah kewalahan. Prioritas utama saya RSU Muntilan,” ungkapnya.

Ia juga menceritakan bahwa mulai membuat peti mati sejak November 2020. Ia belajar secara otodidak.

Dulunya Budiyanto merupakan perajin lemari dan kusen dari kayu. Ia memutuskan menjadi perajin peti mati setelah mendapat tawaran dari tetangga yang bekerja di RSU Muntilan. Hingga akhirnya berlanjut sampai sekarang.

“Sekarang saya fokus mengerjakan peti mati saja, kalau untuk pesanan lemari atau kusen saya lempar ke teman,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: