Borobudur Jadi Panggung Budaya! 302 Penari Adu Kreasi di Lomba Tari Nusantara 2026
- calendar_month 15 menit yang lalu

Digitalisasi Budaya Digaungkan di Borobudur! Lomba Tari 2026 Diikuti 302 Peserta
BNews–MAGELANG – Pemerintah Kabupaten Magelang memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Lomba Tari Kreasi Nusantara Tahun 2026 sebagai upaya melestarikan budaya bangsa sekaligus memanfaatkan teknologi digital untuk menjaga warisan budaya Indonesia.
Kegiatan tersebut digelar di Tourism Information Center (TIC) Borobudur, Sabtu (20/6/2026), dan diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Pemkab Magelang Apresiasi Ajang Lomba Tari Kreasi
Apresiasi tersebut disampaikan oleh Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, David Rudiyanto, yang mewakili Bupati Magelang saat membuka acara.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Magelang, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ruang kreasi seperti ini menjadi bukti nyata bahwa kecintaan terhadap akar budaya bangsa tidak pernah luntur ditelan zaman,” kata David.
Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini bukan lagi menjadi ancaman bagi budaya, melainkan menjadi mitra strategis dalam pelestarian warisan budaya.
Digitalisasi Budaya Jadi Benteng Pelestarian Warisan Nusantara
David menjelaskan, Kabupaten Magelang yang dikenal dengan keberadaan Candi Borobudur serta kekayaan seni tradisi masyarakatnya, merupakan laboratorium hidup kebudayaan Nusantara.
Karena itu, pelestarian budaya perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui inovasi, termasuk digitalisasi aset budaya.
“Melalui momentum lomba tari kreasi ini, kita tidak hanya menyaksikan keindahan gerak dan harmoni musik, tetapi juga melakukan digitalisasi aset budaya. Setiap koreografi, filosofi kostum, hingga aransemen musik yang ditampilkan akan menjadi bagian dari dokumentasi budaya yang dapat diakses generasi mendatang,” ujarnya.
Ia menambahkan, digitalisasi budaya juga menjadi langkah penting untuk melindungi kekayaan budaya Indonesia dari klaim pihak lain, sekaligus memperluas akses generasi muda dalam mempelajarinya.
Tegaskan Pentingnya Hak Cipta Karya Seni
Meski mendorong inovasi, David mengingatkan agar setiap karya seni tetap menghormati hak cipta penciptanya.
“Kita harus terus berinovasi, namun tetap menghormati hak-hak para pencipta karya. Setiap penggunaan atau penayangan karya wajib mencantumkan nama pencipta aslinya sebagai bentuk penghargaan terhadap karya intelektual,” pesannya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Ia juga mengajak peserta menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan ajang ini sebagai ruang penguatan karakter generasi muda.
“Indonesia adalah bangsa yang kaya akan sejarah dan budaya, tetapi juga siap menghadapi masa depan. Kita tidak gagap teknologi, justru memanfaatkan teknologi untuk memuliakan tradisi,” ungkapnya.
302 Peserta Ramaikan Lomba Tari Kreasi Nusantara 2026
Ketua Pelaksana, Retno Cristanti, menyampaikan bahwa Lomba Tari Kreasi Nusantara 2026 diikuti sebanyak 302 peserta dengan total 126 penampilan, terdiri dari 80 penampilan tunggal dan 45 penampilan kelompok.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti peserta dari berbagai daerah seperti Kabupaten/Kota Magelang, Semarang, Cirebon, Tegal, dan wilayah lainnya di Jawa Tengah.
Menurut Retno, lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni tari, tetapi juga sarana pembentukan karakter generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir generasi yang berbakat, berbudaya, dan berkarakter. Seni tari dapat menanamkan nilai-nilai disiplin, kecintaan terhadap tanah air, serta kebanggaan terhadap seni dan budaya lokal,” harapnya. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar