Inovatif, Kades di Secang Ini Sukes Buat Irigasi Tenaga Surya

BNews—SECANG— Warga Desa Krincing Kecamatan Secang Kabupaten Magelang patut berbangga memiliki kades Heri Purwanto yang inovatif. Bagaimana tidak, berkat temuannya, kini area persawahan di kawasannya semakin mudah mendapatkan air.

Yang tak biasa, kades ini berhasil menciptakan pompa air tenaga surya (solar cell) untuk menaikkan air ke persawahan. Sehingga biaya semakin irit. Ketersediaan air juga tercukupi.

Advertisements


Kepala Desa Krincing, Heri Purwanto mengatakan awalnya petani resah jika musim kemarau sawahnya kering. Padahal di desa itu melintas dua sungai, Elo dan Progo Bogowonto.


Setelah dilantik pada Desember 2018 lalu, kata Heri, ia segera mewujudkan keinginan warga yang sebagian besar petani. Yakni aliran air ke sawah di kala musim kemarau. Ia pun segera mencari alternatif dengan menggunakan pompa tenaga surya atau solar cell. Perlu biaya besar mencapai Rp 350 juta  untuk membuat pompa ini. 

“Namun manfaatnya bisa sampai 20 tahun ke depan,” tuturnya.

Akhirnya disepakati membuat sumur pompa dengan tenaga surya menggunakan dana desa. Teknisi untuk membuat sumur ini didatangkan langsung dari Surabaya. 

Bulan Juni dimulai pengerjaan sumur pompa yang dibuat di pinggir Sungai Progo. Letaknya sekitar 400 meter ke bawah dari perkampungan.

Butuh waktu dua bulan untuk membuat sumur karena harus membendung sungai sehingga benar-benar kering. Setelah kering harus membuat pondasi sedalam dua meter dan tempat untuk menampung air. Di tempat penampungan air itulah di pasang pompa. Tempat penampungan berbentuk kotak dan terletak di pinggir sungai.  

“Semua dikerjakan secara gotong royong bersama dan tentu bersama tenaga ahlinya,” ujar Heri.

Sedangkan untuk pemasangan pipa pralon dari sumur menuju irigasi hanya memakan waktu selama 3 hari. Agar air bisa naik ke atas, dibutuhkan sebanyak 64 panel atau solar cell. Setiap panelnya menghasilkan  100 watt sehingga secara keseluruhan ada 6.400 watt. Panel ini dibangun di areal persawahan yang berjarak sekitar 200 meter dari penampungan.

Dari tenaga surya ini dipasang kabel yang disambungkan menuju mesin pompa. Untuk menyedot air, digunakan pipa pralon ukuran 3 dim sepanjang 400 meter. Semua bahan dipilih yang berkualitas buatan Jerman.

Heri menjelaskan, kerja solar cell ini hanya berlangsung di kala ada sinar matahari. Mulai jam 6 pagi saat ada sinar matahari sampai matahari tenggelam. Malam hari secara otomatis pompa berhenti.  

“Bila mendung tebal tidak bisa bekerja, namun kalau mendung tipis masih bisa,” terangnya.

Menurut Heri, pompa bisa bekerja siang malam kalau setiap panel diberi batarei untuk menyimpan tenaga. Namun karena keterbatasan dana, maka untuk baterai bisa menyusul. 

“Mudah-mudahan tahun depan bisa membeli baterai, karena setiap baterai harganya antara Rp2-3 juta,” ucapnya. (bn1/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: