Cegah Learning Loss, Menko PMK Tegaskan Pembelajaran Tatap Muka Tetap Berjalan di Tengah Krisis Global
- calendar_month Kam, 26 Mar 2026

Ilustrasi seorang guru sedang mengajari siswanya (Foto oleh Gustavo Fring dari pexels.com)
BNews–NASIONAL– Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mendorong proses belajar tetap berjalan optimal di tengah situasi krisis global. Ia memastikan proses pembelajaran siswa tetap berjalan secara luring.
Pratikno menegaskan ulang arahan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, pada Jumat (13/3/2026) lalu. Bahwa situasi krisis global justru harus dijadikan momentum untuk mendorong percepatan agenda transformasi nasional.
Dia menyebut, selain swasembada pangan dan swasembada energi, perhatian sangat besar juga diarahkan terhadap peningkatan kualitas SDM Indonesia, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan.
“Khusus di bidang pendidikan, sesuai hasil koordinasi dengan Mendikdasmen dan Menag, Menko PMK menyampaikan tentang pentingnya menjamin proses pembelajaran siswa tetap berjalan seperti biasa,” kata Pratikno dalam keterangan di website resmi Kemenko PMK, dilansir Kamis (26/3/2026).
“Bahwa di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss. Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa. Demikian juga dengan layanan medis esensial tetap beroperasi secara sepenuhnya normal,” sambungnya.
IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Pratikno mengungkap bahwa memang pernah ada diskusi tentang kemungkinan penggunaan metode hybrid yang mengkombinasikan luring dan daring. Namun, mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, pembicaraan lintas kementerian bahwa pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini.
“Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum. Baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag dan Kemendiktisainstek. Ini prioritas. Ini utama,” ujarnya.
Sebagai bagian dari transformasi pemerintahan, Menko PMK menginstruksikan untuk mempercepat transformasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, peningkatan kinerja birokrasi, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, serta efisiensi di segala bidang.
Perjalanan dinas yang non-esensial harus dipangkas, optimalisasi pertemuan dan rapat secara daring, serta penerapan FWA (flexible working arrangement) secara terukur sebagai bagian dari transformasi kerja yang lebih efektif dan efisien.
“Pelayanan kepada masyarakat, peningkatan kualitas SDM, serta mendukung akselerasi pembangunan yang berkeadilan harus terus diperkuat. Dengan cara-cara yang lebih cerdas dan efisien,” pungkasnya.
(*)
About The Author
- Penulis: BNews 7




Saat ini belum ada komentar