Cerita Pengrajin Kolang-Kaling di Lereng Menoreh Magelang

BNews—MAGELANG— Kolang kaling adalah salah satu bahan makanan yang biasa diolah menjadi aneka hidangan oleh masyarakat Indonesia. Makanan yang satu ini biasanya ramai diburu pada saat bulan Ramadan.

Di Kabupaten Magelang sendiri, wilayah penghasil kolang kaling berada di wilayah pegunungan Menoreh, tepatnya di Dusun Sigabug Desa Ngargoretno Salaman, berbatasan dengan Kabupaten Kulonprogo DIY.

Di wilayah tersebut, ada ada sekitar 11 dari 25 kepala keluarga yang menjadi perajin kolang kaling. Selain banyak pohonnya, perajin juga mengambil bahan dasarnya dari Kulonprogo dengan cara ‘menebas’.

Salah satu pengrajin kolang-kaling, Widiasmoro mengaku bahwa telah puluhan tahun menjalani pekerjaan tersebut. Hasil olahannya, ia juga ke pasar Dekso Kalibawang Kabupaten Kulonprogo. Namun, ada juga pedagang dari Borobudur yang mengambil dan dijual lagi di pasar tersebut.

Perajin lainnya, Trimakno, mengaku dalam satu hari bisa memproduksi sekitar 10 kg kolang kaling bersih. Usaha ini juga sudah ditekuni sejak lama. Hanya saja, untuk Ramadan kali ini, permintaan menurun karena masih dalam pandemi Covid-19.

“Biasanya sudah banyak yang memesan, namun puasa kali ini agak berkurang,” katanya.

Kendati demikian, dirinya tak putus asa dan tetap optimis menawarkan kolang-kaling miliknya. Dengan memanfaatkan gadget, dirinya menawarkan kolang-kaling secara online melalui grup-grup Whatsap.

Para pemesan biasanya berasal dari Borobudur, Godean Sleman dan Gunung Kidul. Sekali pesan ada yang sampai 20-50 kg. “Cukup terbantu dengan penjualan secara online,” ujarnya.

Pada bulan puasa ini, harga jual kolang-kaling mengalami kenaikan dibanding hari biasa. Saat ini per kilogram dijual mencapai Rp10 ribu/kg sedangkan di hari biasa hanya Rp5.000 sampai Rp6.000 saja. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: