Cerita Purnami Warga Salam yang Menolak Dapat Bantuan Pemerintah

BNews—SALAM—Seorang ibu rumah tangga di Salam dengan sadar diri mundur dari Program Keluarga Harapan (PKH) Kementrian Sosial (16/1/2020). Dirinya merupakan salah satu dari 50 Kelompok Penerima Manfaat (KPM) PKH Kecamatan Salam yang mundur atau garduasi mandiri.

Dwi Purnami, 36 warga Dusun Tungbrep Desa Tersan Gede Kecamatan Salam mengatakan dirinya masuk PKH sudah selama enam bulan. “Dulu pertama kali dapat porgam PKH sebagai KPM memang kondisi ekonomi saya masih dibawah. Setelah mendapat bantuan PKH dan mampu berkembang bersama Kube sehingga ekonomi keluarga kami semakin membaik,” katanya saat diwawancarai Borobudur News.

Ditanya terkait motivasi kenapa Dwi ikut garduasi mandiri, karena dirinya sudah merasa mendapat penghasilan cukup untuk keluarganya. “Awalnya suami saya mengajak diskusi, dan bilang kayaknya keluarga kita sudah tidak layak mendapat bantuan PKH ini. Masih banyak keluarga lain yang lebih membutuhkan, sehingga kami memutuskan untuk garduasi mandiri,” imbuhnya.

Kini Dwi Purnami sudah sibuk berjualan bubur dan aneka jajanan dirumahnya, sementara suaminya sudah bekerja menjadi pedagang sayur keliling. “Dulu bantuan PKH sekali dapat saya menerima sebesar Rp 600 ribu, biasanya uang untuk saya tabung dan biaya sekolah anak,” ceritanya.

Dwi juga berpesan kepada masyarakat yang menerima PKH, jika memang sudah dirasa mampu dan cukup untuk ikut garduasi mandiri. “Kita tidak usah selalu mengandalkan bantuan, karena kita sudah mampu. Karena insyaAllah Allah akan memberikan lebih,” tegasnya.

Perlu diketahui juga, Dwi merupakan 1 dari dua keluarga Dusun Tungbrep Tersan Gede yang ikut Garduasi mandiri awal tahun 2020. Dimana se Kecamatan Salam data terakhir terdapat 1317 PKM dari program PKH, dan baru 50 KPM yang ikut garduasi kali ini. (bsn)

Loading...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: