Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Gandeng PRECURSOR FK UNPAD, RSU Syubbanul Wathon Gelar Baksos Intervensi Nyeri Pertama di Magelang

Gandeng PRECURSOR FK UNPAD, RSU Syubbanul Wathon Gelar Baksos Intervensi Nyeri Pertama di Magelang

  • calendar_month 58 menit yang lalu

BNews–MAGELANG– Rumah Sakit Umum (RSU) Syubbanul Wathon bekerja sama dengan PRECURSOR – FK UNPAD menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) intervensi nyeri untuk pertama kalinya di Magelang, Sabtu (27/6/2026). Melalui kegiatan ini, masyarakat mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pemeriksaan dan konsultasi terkait keluhan nyeri secara gratis.

Direktur RSU Syubbanul Wathon, dr. Muhammad Iqbal Gentur Bismono menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya rumah sakit untuk terus hadir memberikan manfaat. Serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan. Kegiatan yang diikuti oleh mayoritas warga sekitar rumah sakit ini berhasil menjaring 85 pasien dalam waktu singkat.

“RSU Syubbanul Wathon tidak hanya berfokus pada pelayanan di dalam rumah sakit, tetapi juga berupaya hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan edukasi dan pelayanan kesehatan. Kolaborasi bersama PRECURSOR FK UNPAD ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memberikan akses pemeriksaan dari para dokter spesialis sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penanganan nyeri secara tepat,” ujarnya.

IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Dia menegaskan, hidup bebas dari rasa nyeri sejatinya merupakan bagian dari hak asasi manusia. Selain itu, dalam dunia medis, nyeri kini diakui sebagai tanda vital kelima bagi manusia—bersanding dengan denyut jantung, frekuensi napas, suhu tubuh, dan tekanan darah.

(foto: mta)

Perwakilan PRECURSOR FK UNPAD, dr. Wendy Freely Nugraha, menyampaikan bahwa penanganan nyeri membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dan multidisiplin. Yang seringkali membutuhkan keterlibatan berbagai dokter spesialis agar pasien tidak hanya terbebas dari keluhan. Tetapi juga dapat kembali menjalankan aktivitas dengan kualitas hidup yang lebih baik.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa nyeri bukan sesuatu yang harus ditahan. Dengan pemeriksaan dan penanganan yang tepat, pasien berorientasi pada kebutuhan pasien di Magelang dan sekitarnya,” tuturnya.

Dia menyebut, aksi medis ini diperkuat oleh tim ahli yang terdiri dari 4 instruktur dan 25 dokter spesialis. Penanganan pasien dilakukan secara lintas disiplin ilmu, melibatkan spesialis saraf (neuro), bedah saraf (neurosurgeon), anestesi, rehabilitasi medik, hingga ortopedi.

​Meski menjadi yang pertama bagi wilayah Magelang, baksos intervensi nyeri ini sebelumnya telah sukses dijalankan di berbagai daerah lain di Jawa Tengah, seperti di Temanggung, Brebes, Pati, dan Karanganyar. (mta)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less