Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Digelar di Marga Utama Candi Borobudur, Culinary Challenge PHRI Magelang Diikuti 22 Peserta

Digelar di Marga Utama Candi Borobudur, Culinary Challenge PHRI Magelang Diikuti 22 Peserta

  • calendar_month 11 menit yang lalu

BNews—MAGELANG— Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Magelang kembali menggelar Borobudur Culinary Challenge & Table Top 2026 di kawasan Marga Utama Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Senin (31/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut menjadi salah satu upaya PHRI Kabupaten Magelang untuk memperkuat posisi Borobudur sebagai destinasi wisata, kuliner, sekaligus bisnis pariwisata.

Ketua PHRI Kabupaten Magelang, Usep Syarifudin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda yang digelar secara mandiri oleh PHRI Kabupaten Magelang dengan menggabungkan dua kegiatan utama, yakni kompetisi memasak atau cooking competition dan table top.

“Kalau hari ini itu memang resmi ya, memang murni acara PHRI sendiri dari Kabupaten Magelang. Di mana acara kita itu sebetulnya highlight, yang paling utama itulah cooking challenge. Tetapi kita kombinasikan dengan yang namanya tabletop,” ujar Usep.

Diikuti 22 Peserta dari Anggota PHRI Kedu Raya

Pada Borobudur Culinary Challenge 2026, sebanyak 22 peserta mengikuti kompetisi memasak. Peserta berasal dari unsur anggota PHRI, khususnya hotel dan restoran di wilayah Karesidenan Kedu.

Usep menegaskan kegiatan tersebut merupakan cooking competition, bukan cooking class.

“Cooking competition, ini lombanya ada pesertanya dari 22 peserta,” jelasnya.

Peserta berasal dari anggota PHRI di wilayah Kedu Raya, yang meliputi Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Purworejo, Kebumen, Wonosobo dan Temanggung.

Tema yang diangkat dalam kompetisi adalah “Masakan Nusantara”. Para peserta diberikan ruang untuk mengolah masakan nasional maupun mengangkat makanan khas daerah.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Kalau menu yang mereka olah ini memang kita bikin agak nasional atau Nusantara sebetulnya temanya. Tetapi kalau dari sisi, misalnya mereka mengangkat daerah, makanan daerah, itu kemungkinan akan dapat poin memperilah nilainya dari sisi nilai,” ungkap Usep.

Menurutnya, konsep tersebut diharapkan mampu mendorong peserta untuk tidak hanya menghasilkan hidangan yang kreatif dan modern, tetapi juga tetap mempertahankan karakter serta cita rasa Nusantara.

Hadirkan Tiga Juri Chef Senior dari Yogyakarta dan Semarang

Untuk menjaga kualitas penilaian, PHRI Kabupaten Magelang menghadirkan tiga orang juri yang seluruhnya merupakan chef profesional dan berpengalaman.

Para juri tersebut berasal dari Yogyakarta dan Semarang serta memiliki latar belakang asosiasi chef.

“Untuk review atau perbaikan dari kita untuk kualitas juara nanti yang dibutuhkan, itu kita mengambil juri yang memang benar-benar posisinya itu chef, chef senior. Nah ini kita ambil dari Jogja dan Semarang,” kata Usep.

“Jurinya tiga orang, semuanya benar-benar chef dari asosiasi chef,” imbuhnya.

Menurut Usep, kehadiran chef senior tersebut merupakan bagian dari evaluasi penyelenggaraan kompetisi agar kualitas pemenang yang dihasilkan semakin baik.

Table Top Jadi Ajang Business Matching Pariwisata

Selain kompetisi memasak, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan Table Top yang dikonsep sebagai forum business matching bagi pelaku industri pariwisata.

Melalui kegiatan ini, PHRI Kabupaten Magelang mempertemukan anggota PHRI dengan para buyer dari sektor perjalanan wisata.

Usep menjelaskan, pihaknya mengundang anggota ASITA yang berperan sebagai buyer dari Yogyakarta dan Jawa Tengah.

“Kalau ini kita memang kombinasikan adalah dengan istilah bisnis matching. Bisnis matching ini kita arti istilahnya yang keren itu adalah tabletop,” ujarnya.

“Kita mengundang dari anggota ASITA atau kita istilahkan buyer, itu benar-benar buyer. Itu dari Yogyakarta dan Jawa Tengah,” lanjutnya.

Dalam forum tersebut, produk yang ditawarkan terutama berasal dari anggota PHRI Kabupaten Magelang, khususnya hotel dan restoran.

“Unsurnya memang kita tetap dari hotel dan restoran saja. Jadi kita menawarkan produk-produk dari anggota PHRI Kabupaten Magelang,” jelas Usep.

Dorong Wisatawan Tinggal Lebih Lama di Borobudur

PHRI Kabupaten Magelang berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kompetisi kuliner maupun forum promosi bisnis. Lebih jauh, kegiatan diharapkan mampu mendorong peningkatan kunjungan dan lama tinggal wisatawan di Borobudur serta Magelang.

Kuliner dinilai dapat menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman wisata yang lebih lengkap. Wisatawan yang berkunjung ke Borobudur tidak hanya menikmati wisata budaya dan sejarah, tetapi juga dapat memperoleh pengalaman gastronomi khas Magelang dan kawasan Kedu Raya.

Perputaran ekonomi juga diharapkan dapat dirasakan oleh berbagai sektor yang berkaitan dengan pariwisata, mulai dari petani, produsen bahan pangan, UMKM, pedagang, hotel, restoran hingga pelaku usaha pendukung lainnya.

PHRI Ingin Libatkan Destinasi Wisata dan UMKM

Usep mengatakan, penyelenggaraan tahun ini masih memiliki ruang untuk dikembangkan. Ke depan, PHRI Kabupaten Magelang berharap lebih banyak unsur pariwisata dapat dilibatkan, termasuk destinasi wisata, UMKM, hingga pelaku usaha lainnya.

“Sebetulnya harapan kita untuk saat ini itu memang itu harus. Harusnya dilengkapi dengan destinasi ataupun UMKM dan yang lain,” tuturnya.

Ia berharap jangkauan kegiatan dapat diperluas pada penyelenggaraan berikutnya sehingga tidak hanya melibatkan unsur PHRI.

“Makanya kita punya harapan nih untuk ke depan kita bisa menjangkau lebih jauh lagi,” tambahnya.

Tahun Kedua dan Diharapkan Menjadi Agenda Tahunan

Borobudur Culinary Challenge & Table Top 2026 merupakan penyelenggaraan kedua. PHRI Kabupaten Magelang berharap kegiatan tersebut dapat berkembang menjadi agenda tahunan dengan skala yang lebih besar.

“Ini baru kedua kali, tapi saya harap, kita berharap juga bahwa ini akan menjadi agenda tahunan,” ungkap Usep.

Ia mengatakan, penyelenggaraan ke depan diharapkan dapat dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak industri dan tidak hanya terbatas pada anggota PHRI.

“Agenda tahunan di mana untuk tahun ke depan itu akan bisa menjadi sesuatu kegiatan yang lebih besar lagi dari sekarang,” katanya.

Menurut Usep, pada tahap awal kegiatan dimulai dengan satu kompetisi dan menggunakan satu gedung. Namun, konsep tersebut terbuka untuk dikembangkan dengan menggandeng berbagai sektor industri pariwisata.

“Pertama kita mulai dari satu kompeten saja, sekarang kita satu gedung. Kemudian mungkin besok yang ke depan bisa kita kombinasikan dengan industri yang lain, nggak harus PHRI saja,” ujarnya.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Dengan menggabungkan kompetisi kuliner dan business matching, PHRI Kabupaten Magelang berharap Borobudur semakin dikenal bukan hanya sebagai destinasi wisata budaya, tetapi juga sebagai kawasan yang memiliki potensi kuliner dan bisnis pariwisata.

Kegiatan yang bersifat terbatas tersebut dihadiri anggota PHRI, pelaku industri pariwisata, peserta kegiatan, undangan resmi serta tamu VIP.

Melalui Borobudur Culinary Challenge & Table Top 2026, PHRI Kabupaten Magelang mendorong terciptanya kolaborasi yang lebih kuat antara pelaku hospitality, kuliner dan industri pariwisata untuk memperkuat daya saing Borobudur dan kawasan Kedu Raya. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less