Daftar 10 Wisata Terpopuler di Magelang Menurut Rangking Tripadvisor
- calendar_month Sab, 18 Feb 2023

Candi Borobudur dan Merapi di Magelang Jawa Tengah
BNews--MAGELANG– Diketahui bersama, wilayah Magelang terdiri dari dua wilayah administratif. Yakni wilayah Kabupaten Magelang dan Kota Magelang.
Kedua wilayah tersebut banyak dikenal dengan lokasi-lokasi tempat wisata. Baik wisata alam, buatan, agama ataupun heritage.
Dan kali ini Borobudurnews.com akan merangkum 10 tempat wisata terpopuler berdasarkan rangking tripadvisor.
Untuk diketahui, Tripadvisor merupakan sebuah platform wisata terbesar di dunia. Dimana yang membantu 463 juta wisatawan setiap bulannya. Laman tersebut membuat setiap perjalanan mereka menjadi yang terbaik.
Wisatawan di seluruh dunia menggunakan situs dan aplikasi Tripadvisor untuk menelusuri lebih dari 859 juta ulasan; dan opini tentang 8,6 juta akomodasi, restoran, pengalaman, maskapai penerbangan, dan kapal pesiar.
Baik bagi wisatawan yang sedang merencanakan atau yang sedang dalam perjalanan, Tripadvisor digunakan; untuk membandingkan harga terendah untuk hotel, maskapai penerbangan, dan kapal pesiar, memesan tur dan objek wisata populer.
Serta memesan meja di restoran menari. Tripadvisor, pendamping wisata terbaik, tersedia di 49 pasar dan dapat ditelusuri dalam 28 bahasa.
Berikut daftar 10 wisata terpopuler di Magelang :
1.Candi Borobudur
Candi Budha terkenal ini, yang dibangun pada kisaran abad ke-8 dan ke-9, terletak di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang Jawa Tengah.
Candi Borobudur dibangun dalam tiga tingkatan: dasar piramida dengan lima teras persegi konsentris, batang kerucut; dengan tiga platform melingkar dan, di bagian paling atas terdapat sebuah stupa monumental.
Dinding dan langkan didekorasi dengan relief rendah halus, yang meliputi total luas 2.500 m2. Di sekitar platform melingkar terdapat 72 stupa kerawang, masing-masing berisi patung Buddha. Monumen ini dipugar dengan bantuan UNESCO pada tahun 1970-an.
2.Punthuk Setumbu
Bukit Punthuk Setumbu menyuguhkan keindahan panorama dari atas ketinggian. Berawal dari spot fotografer landscape yang mengejar suasana matahari terbit dengan latar depan Candi Borobudur. Kemudian menjadi semakin dikenal dan sudah sering kali didatangi wisatawan umum.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Dari Candi Borobudur jaraknya hanya sekitar 4,5 kilometer. Rutenya melewati Balokondes Borobudur – Svargabumi dan terus saja ikuti Jalan Borobudur – Ngadiharjo. Kamu bisa andalkan rute terdekat dan tercepat yang disarankan oleh Google Map.
Awalnya tempat ini hanya didatangi oleh fotografer yang suka fotografi lanskap. Baik yang profesional dan amatir. Biasanay mereka sudah tiba di lokasi saat hari masih gelap. Lalu menunggu di sini sampai cahaya terang mulai menerangi ufuk timur dan matahari muncul.
Kamu bisa memperkirakan mereka berangkat dari penginapan pukul berapa. Atau kalau dari Yogyakarta harus berangkat pukul berapa. Dari pada kesiangan dan tidak mendapatkan suasana yang diinginkan. Maka lebih baik sampai lebih awal. Biasanya mereka sudah tiba pukul 04:00 WIB. Dan sholat subuh di lokasi sebelum memulai aktivitas memotret.
- Candi Selogriyo
Di lereng timur kaki Gunung Sumbing ,berdiri megah candi berusia ratusan tahun yaitu Candi Selogriyo. Candi ini terletak di lokasi terpencil dari pemukiman penduduk, dan tersembunyi diantara bukit Giyanti , Condong dan Malang. Candi Selogriyo berdiri berdiri megah di Dusun Campurrejo , Desa Kembangkuning Kecamatan Windusari , Kabupaten Magelang. Konon candi ini merupakan peninggalan masa kejayaan Hindu abad ke-8 Masehi. Candi Selogriyo adalah sebuah peninggalan purbakala candi ini diperkirakan dibangun pada masa Kerajaan Mataram Hindu.
Candi Selogriyo, yang disebut-sebut sebagai peninggalan Wangsa Sanjaya pada abad ke-8, Konon, candi ini dibangun pada zaman yang sama dengan candi di dataran tinggi Dieng. terletak di puncak sebuah bukit. Luas puncak bukit tempat dibangunnya Candi Selogriyo sekitar 300 meter persegi. Sedangkan tanah milik Pemerintah Kabupaten Magelang, yang terentang mulai gerbang utama candi sampai pagar di puncak bukit, seluas 1.195 meter persegi.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Candi Selogriyo berada di lereng timur dengan ketinggian 740 mdpl. Secara administratif, candi ini berada di Desa Candisari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Route yang terdekat adalah jalur Magelang-Bandongan. Sesampai di Pasar Bandongan belok ke kanan menuju kecamatan Windusari. Di sebuah pertigaan terdapat papan petunjuk arah ke candi. Memasuki gapura Dusun Campur Rejo hingga gerbang utama Candi Selogriyo, lebar jalan rata-rata hanya sekitar satu meter. Sebagian jalan menuju Selogriyo sudah dipaving. Sebagian lainnya, jalan setapak yang membelah areal persawahan penduduk, masih tetap dibiarkan sebagai jalan tanah.
Candi Selogriyo berada di lereng Timur kumpulan tiga bukit yakni Bukit Condong, Giyanti dan Malang di Desa Campur Rejo,Kec.Windusari, Kab.Magelang.Candi Selogriyo adalah peninggalan masa Hindu sekitar abad ke-9 yang antara lain ditandai arah hadap pintu ke Timur, adanya arca Ganesha, Durga, Agastya di candi tersebut.Candi ini ditemukan dalam keadaan runtuh dan direkonstruksi menjadi bentuk seperti sekarang ini
4.Ketep Pass
Ketep Pass adalah nama sebuah objek wisata di Ketep, Sawangan, Magelang, Jawa Tengah. Ketep Pass ini merupakan objek wisata alam yang dikembangkan dengan ciri khas wisata kegunungapian, khususnya Gunung Merapi.
Pada tanggal 17 Oktober 2002, Ketep Pass diresmikan sebagai kawasan wisata jalur Solo–Selo–Borobudur (SSB) oleh Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri.
Lokasi Ketep Pass berada di puncak Bukit Sawangan (pertengahan antara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu).
Ketep Pass berada pada ketinggian 1200 meter dpl dan luas areanya kurang lebih 8000 meter persegi. Ketep pass ini berjarak 21 km dari Mungkid, 17 km dari Desa Blabak ke arah timur, 30 km dari Kota Magelang, 35 km dari Kota Boyolali, dan 30 km dari Candi Borobudur.
Dari Kota Salatiga yang berjarak sekitar 32 km, Ketep Pass dapat dicapai melalui Kopeng dan Desa Kaponan. Lokasi objek wisata Ketep Pass ini mudah dijangkau baik dengan bus besar, minibus, sedan atau sejenisnya maupun sepeda motor karena medan jalannya yang tidak terlalu susah untuk dilewati.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
- Gereja Ayam
Gereja Ayam adalah sebuah tempat ibadah yang terletak Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Bangunan tersebut terletak tak jauh dari Borobudur. Meskipun disebut “Gereja Ayam”, bangunan tersebut sebenarnya berbentuk burung merpati. Bangunan tersebut digagas seorang pengusaha, Daniel Alamsyah, pada tahun 1990-an. Bangunan tersebut memiliki kesamaan di pesisir Atlantida, Uruguay. Bangunan tersebut sempat menarik perhatian karena muncul dalam film Ada Apa dengan Cinta? 2.[1]
Gereja Ayam terletak di 2 desa, Desa Karangrejo dan Desa Kembanglimus di Kecamatan Borobudur. Lokasi Gereja Ayam sendiri disebut oleh Daniel Alamsyah sebagai Kawasan Wisata Bukit Rhema. Terdapat sebuah kafe di ekor gedung Gereja Ayam yang disebut Kedai Rakyat W’dank Bukit Rhema.
Terdapat 7 lantai di Gereja Ayam dimana setiap lantai memiliki fungsi yang berbeda – beda. Sejarah berdirinya Gereja Ayam sendiri sebenarnya merupakan pewahyuan yang didapat oleh Daniel Alamsyah ketika berdoa seharian di Bukit Rhema untuk membangun Rumah Doa Bagi Segala Bangsa.
6.Alun-Alun Kota Magelang
Tahukah Anda, bahwa Alun-Alun Magelang dapat dikatakan tua, alias dibangun sejak abad ke-18 oleh Mas Ngabehi Danukromo sebagai Bupati pertama di Magelang, terutama ketika Magelang dikuasai oleh kolonial Inggris, lengkap dengan tempat tinggal beliau dan sebuah masjid. Namun, ketika Inggris sudah ditaklukkan oleh Belanda, Magelang dijadikan pusat lalu lintas perekonomian dan sisi militer, yang mana oleh Belanda kemudian terus melengkapi sarana dan prasarana termasuk menara air minum yang dibangun sejak lebih dari 1 abad silam atau pada tahun 1918 dan juga rumah ibadah berbagai agama.
Kini, Anda sudah mengetahui bahwa alun-alun ini sudah dijadikan sebagai pusat kota Magelang karena letaknya sangat strategis dan mudah dijangkau melalui transportasi apa pun. Di sekelilingnya terdapat banyak sekali bangunan yang dapat Anda kunjungi, seperti pusat perbelanjaan (Matahari, Trio Plaza, Gardena, dan sebagainya), kantor pos, kantor polisi, dan bank.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Jika Anda ingin mencari tempat yang dapat menyegarkan pikiran Anda, terutama jika bosan dengan yang namanya pantai, Anda dapat mengunjungi Alun-Alun Magelang, yang mana sejatinya tempat tersebut merupakan taman kota bernuansa hijau yang dijamin indah dan sedap dipandang mata.
Jika misalnya Anda datang ke Magelang dari arah Semarang, Anda akan disambut oleh patung Pangeran Diponegoro yang sedang menaiki kuda, yang mana patung ini dibangun untuk menghargai beliau dalam mengusir penjajah di Magelang. Pada malam hari, patung tersebut terlihat lebih indah dengan cahaya lampu yang terpasang di sekitar patung. Meskipun patung tersebut diberi pagar pembatas agar tidak rusak, Anda tetap dapat mendokumentasikan patung tersebut dengan baik.
Terdapat pula menara air bergaya kolonial peninggalan Belanda di sudut barat laut alun-alun, yang mana masih dimanfaatkan PDAM sekitar Magelang untuk menyediakan air bersih. Usianya sudah berumur ratusan tahun, makanya menara air tersebut dapat terbilang kolonial. Yang uniknya lagi, pada malam hari, Anda dapat menyaksikan kemegahan menara air tersebut ketika cahaya lampu warna-warni menyorot menara.
Tahukah Anda, bahwa Alun-Alun Magelang dikelilingi oleh berbagai tempat ibadah yang berbeda-beda, seperti Masjid Agung Magelang, Gereja Protestan Indonesia bagian Barat, Gereja Santo Ignatius, dan Klenteng Liong Hok Bio. Maka dapat disimpulkan bahwa Anda akan diingatkan tentang toleransi beragama.
Di sekitar sisi utara alun-alun, terdapat pusat kuliner yang bernama Tuin Van Java yang mana di sana tersedia banyak sekali kedai, warung, dan sebagainya dengan berbagai makanan dan minuman yang dijajakan di sana, seperti batagor, nasi goreng, magelangan, lamonganan, sampai aneka jus dan kopi pun tersedia di sana.
Alun-Alun Magelang, sebuah kawasan wisata yang takkan pernah sepi pengunjung, terletak di Jalan Alun-Alun Utara, Desa Kemirirejo, Kecamatan Magelang Timur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah 56117. Anda dapat pergi ke sana menggunakan kendaraan motor, mobil pribadi, atau bahkan bis umum atau angkutan lainnya.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Jika Anda berada dekat dengan pusat Kota Magelang, Anda tinggal mengarahkan kendaraan Anda melewati Jalan Pajang (jalur satu arah) – Jalan Pajang I – Jalan Daha – Jalan Tentara Pelajar – Jalan Alun-Alun Utara, dan sampailah Anda di alun-alun yang letaknya berseberangan dengan Plaza Magelang. Sedangkan jika Anda ingin datang dari Kota Semarang, Anda membutuhkan waktu sekitar 1 jam 45 menit dengan jarak 74 km dengan perkiraan rute dari Jalan Tentara Pelajar – Jalan Dr. Wahidin – Jalan Raya Semarang-Yogyakarta – Jalan Raya Semarang-Surakarta – Jalan Perintis Kemerdekaan – Jalan Gatot Subroto – Jalan Diponegoro – Jalan Jenderal Soedirman – Jalan Raya Secang – Jalan Ahmad Yani – Jalan Alun-Alun Utara. Untuk mengetahui rute tersebut Anda dapat menggunakan Google Maps yang biasanya terpasang di gadget Anda.
Sejauh ini, Anda tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam, karena tidak ada ketetapan mengenai tiket masuk Alun-Alun Magelang. Namun, Anda hanya akan dikenakan biaya parkir Rp 5.000 untuk kendaraan beroda empat dan Rp 2.000 untuk beroda dua. Anda tidak perlu khawatir pula karena area parkir yang disediakan cukup luas. Selain itu, alun-alun dibuka selama 24 jam, namun biasanya ramai akan pengunjung di waktu sore hingga malam hari.
7.Candi Pawon
Candi Pawon adalah nama sebuah candi, peninggalan Masa Klasik, yang terletak di Dusun Brojonalan, Desa Wanurejo, Kec. Borobudur, Kabupaten Magelang.
Letak Candi Pawon ini berada di antara Candi Mendut dan Candi Borobudur, tepat berjarak 1750 meter dari Candi Borobudur ke arah timur dan 1150 m dari Candi Mendut ke arah barat.
Nama Candi Pawon tidak dapat diketahui secara pasti asal-usulnya. Ahli epigrafi J.G. de Casparis menafsirkan bahwa Pawon berasal dari bahasa Jawa awu yang berarti ‘abu’, mendapat awalan pa- dan akhiran -an yang menunjukkan suatu tempat. Dalam bahasa Jawa sehari-hari kata pawon berarti ‘dapur’, akan tetapi de Casparis mengartikannya sebagai ‘perabuan’ atau tempat abu. Penduduk setempat juga menyebutkan Candi Pawon dengan nama Bajranalan. Kata ini mungkin berasal dari kata bahasa Sanskerta vajra =yang berarti ‘halilintar’ dan anala yang berarti ‘api’. Candi Pawon dipugar tahun 1903.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
8.Masjid Agung Kauman
Masjid ini terletak di Jalan Alun-alun Barat No. 2 Kelurahan Cacaban, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Lokasi masjid ini berada di sebelah barat alun-alun Kota Magelang, dan tidak begitu jauh dari Menara Air Magelang.
Masjid Agung Magelang pertama kali dibangun pada tahun 1894. Atas prakarsa dari Sajid Alwi bin Achmad Danuningrat, Bupati Magelang I, semula masjid diberi nama Masjid Jami’ Magelang. Pertama kali mengalami pemugaran pada tahun 1932 pada masa pemerintahan Bupati Magelang ke IV, Sajid Achmad bin Saidanu Sugondo. Pemugaran dilakukan dengan perluasan bangunan dan penambahan serambi utara, selatan, dan sisi depan. Atas prakarsa bersama antara Bupati Kabupaten Magelang dan Walikotamadya Magelang dilakukan perluasan serambi pada tahun 1980-1981.
Masjid Jami’ Magelang kemudian lebih dikenal sebagai Masjid Agung Magelang semenjak pemugaran pertama. Sebagai satu kesatuan dakwah, masjid tersebut dipimpin oleh seorang Kiai/Imam Masjid yang sekaligus bertindak sebagai Ketua Takmir.
Dilihat dari fisik bangunan, tata ruang dari masjid ini merupakan tipologi masjid yang ada di Jawa pada umumnya. Ruang dibagi menjadi tiga, yaitu ruang utama, serambi kanan dan serambi kiri. Ditambah lagi, selasar yang berada di depan yang berfungsi pula sebagai serambi depan. Selasar yang lapang ini juga kerap dimanfaatan oleh para jamaah untuk beristirahat sambil merebahkan diri. Ciri arsitektur Jawa lainnya juga ditemukan pula pada bentuk atap masjid yang bercorak tajuk atau bersusun.
Menurut filosofi Jawa, atap bercungkup tiga ini menyimbolkan kehidupan manusia yang terdiri atas alam purwo (ketika berada di rahim ibu), alam madyo (saat manusia berada di dunia), dan ketiga adalah alam wusono yang merepresentasikan kehidupan manusia di alam baka atau akhirat. Filosofi ini kemudian diadopsi oleh Walisongo dengan menerjemahkan filosofi tersebut ke dalam bahasa agama. Atap satu (terbawah) disebut atap panitih yang melambangkan syariah. Atap dua disebut atap pananggap yang melambangkan thariqat, dan atap ketiga disebut atap brunjung yang melambangkan hakikat. Sedangkan puncak yang menjadi bagian tertinggi dari Masjid Agung Magelang, dinamakan mustoko yang melambangkan ma’rifat. Mustoko berwarna kuning, dan menyambung dengan tulisan Allah.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
9.Punthuk Sukmojoyo
Punthuk Sukmojoyo atau yang biasa disebut Puncak Sukmojoyo ini adalah sebuah wahana wisata baru yang terdapat di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Lokasinya tidak jauh dari Punthuk Mongkrong. Jika kita masuk melalui gerbang pertama (sebelum mongkrong belok kanan) kita harus berjalan kurang lebih 15-30 menit dari parkiran untuk mencapai puncak. Wisata ini berupa Bukit yang terletak di ketinggian sekitar 1000 mdpl. Letak persisnya wisata Punthuk Sukmojoyo ini berada di Dusun Krinjing, Desa Giri Tengah, Kecamatan Borobudur. Tidak jauh dari candi borobudur.
Berada di Kabupaten Magelang yang dikelilingi oleh sejumlah gunung membuat Punthuk Sukmojoyo ini memiliki potensi wisata yang sangat besar. Arti kata punthuk itu sendiri adalah tanah yang ‘mawur’, tidak padat dan tidak pula mudah terurai seperti halnya pasir. Dimana di sekelilingnya gundul, alias tidak ditumbuhi oleh rumput atau pohon. Maka demikian halnya Punthuk Sukmojoyo yang kering dan hanya ditumbuhi tanaman seadanya. Namun jangan salah, meski demikian Punthuk Sukmojoyo ini memiliki aset keindahan yang mampu membuat setiap mata takjub.
Jika Anda ingin kesana, tidak disarankan menggunakan motor metik karena akses menuju lokasi parkir lumayan tinggi tanjakannya. Sangat harus berhati-hati dan konsentrasi, karena jika kita lengah dalam bermain gigi (dibaca persneleng) sahabat bisa terjatuh karena ada beberapa tanjakan yang mengecohkan dari jalan yang sebelumnya rata langsung dikagetkan dengan tanjakan tinggi setelah tikungan yang sangat tajam. Di Punthuk Sukmojoyo Anda akan disuguhi pemandangan alam bukit menoreh, kawasan Borobudur, Kota Magelang yang sangat indah sekali.
Ketika siang hamparan warna hijau dan gumpalan awan menari-menari seperti kapas halus yang berbaris rapih. Di atas puncak Punthuk Sukmojoyo pun telah disediakan tempat duduk dan rumah pohon yang terbuat dari bambu. Oleh warga sekitar Borobudur rumah pohon itu dijuluki omah pring yang dalam Bahasa Jawa berarti rumah bambu. Rumah bambu yang unik inilah yang mengundang ketertarikan para wisatawan, sebab rumah bambu ini sangat unik dan letaknya sangat strategis yaitu di tepi puncak punthuk. Tak heran bila rumah bambu tersebut menjadi spot yang bagus untuk mengambil gambar. Selain rumah bambu, kini pun telah disediakan semacam jembatan yang menjorok ke jurang punthuk, yang tentu saja sangat strategis untuk berfoto di sana.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Di puncak Punthuk Sukmojoyo terdapat sebuah makam, sebab dahulunya sebelum dijadikan tempat wisata Punthuk Sukmojoyo ini sering dijadikan tempat untuk berziarah. Punthuk Sukmojoyo, diambil dari nama salah satu pemuka Agama di daerah Magelang. Ialah Gus Galih Sukmojoyo, yang masih merupakan keturunan Kyai Muhammad Soleh yang merupakan guru besar Pangeran Diponegoro. Sebelumnya makam Kyai Muhammad Soleh tidak ada di bukit ini, namun masih di daerah Borobudur dan dipindahkan oleh Gus Galih Sukmojoyo ke bukit atau punthuk ini. Alasan atau latarbelakang Gus Galih memindah makam leluhurnya itu adalah karena Gus Galih diminta langsung oleh leluhurnya lewat mimpi untuk memindahkan makamnya ke sebuah bukit. Dipindahkanlah makam Kyai Muhammad Soleh ke bukit ini, yang kemudian diberi nama pubhtuk atau bukit ini menjadi Sukmojoyo.
Biasanya, saat weekend, pengunjung akan membeludak. Terutama pada saat menjelang sunrise dan sunset. Maka, rencanakanlah waktu sebaik mungkin untuk mengunjungi Punthuk Sukmojoyo. Sebab, mengingat daerah puncak punthuk yang tidak terlalu luas, demi keamanan dan kenyamanan Anda mungkin lebih baik berkunjung ke sana pada saat sepi.
- Manohara Sunrise
MANOHARA adalah satu-satunya akomodasi yang terletak di dalam area Candi Borobudur. Manohara memiliki 5 kamar berdesain kontemporer Jawa yang memberikan kenyamanan dan ketenangan saat Anda menginap. Manohara mudah diakses melalui jalan darat dan beberapa menit berjalan kaki dari Candi Borobudur.
DAGI ABHINAYA OLEH MANOHARA memiliki 5 pondok eksklusif yang memiliki kayu dari bangunan yang benar-benar menyatu dengan alam. Terletak di Bukit Dagi, di ujung barat Candi Borobudur,membuat penampilan Candi Borobudur terlihat sangat menawan dari Dagi Abhinaya. Pemandangan indah akan memberi Anda suasana berbeda. (berbagai sumber/bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar