Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Dampak Erupsi Merapi Terbaru, 14,87 Hektare Hutan Hangus Terbakar

Dampak Erupsi Merapi Terbaru, 14,87 Hektare Hutan Hangus Terbakar

  • calendar_month Kam, 29 Jul 2021

BNews—MAGELANG— Gunung Merapi terus melakukan aktivitas erupsi ditengah penetapan status Siaga alias Level III sejak 5 Novemer 2020 lalu. Kerusakan terparah tercatat terjadi pada pekan ini dimana lebih kurang 14,87 hektare hutan di lereng Merapi terbakar akibat lontaran lava pijar.

Peristiwa kebakaran hutan ini, seperti diberitakan Borobudur News pada 28 Juli 2021, terjadi di wilayah Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Kebakaran dipicu lontaran lava pijar yang terjadi sepanjang Minggu (25/7) hingga Senin (26/7).

Lontaran lava pijar terpantau terjadi di sektor barat daya Merapi. Permukiman terdekat yang terancam erupsi gunung diperbatasan Jawa Tengah dan DI Jogjakarta adalah Kecamatan Srumbung dan Dukun.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Wasono menuturkan, kebakaran terjadi pada radius sekitar dua kilometer dari puncak. Area tersebut tidak bisa dilakukan upaya antisipasi apa pun karena merupakan kawasan berbahaya.

”Kawasan tersebut termasuk dalam daerah rawan terkena dampak erupsi,” kata Edi.

Namun demikian, pihaknya tetap berjaga-jaga. Dan sudah menyusun sejumlah skenario untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran di area aman bahaya erupsi.

”Di area aman berkisar 5-7 kilometer dari puncak itu, kami baru berani bergerak melakukan berbagai upaya antisipasi; seperti penyekatan api dan mendirikan posko penanganan kebakaran,” jelasnya.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan TNGM mengingat kebakaran dipicu lava masih berpotensi terjadi. Bila kebakaran kembali melanda, BPBD Kabupaten Magelang juga akan terus siaga mengecek perluasan titik api.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

”Ketika api sudah mulai mendekati kawasan permukiman, kami akan segera bergerak mengevakuasi warga di lereng Merapi,” terangnya.

Lontaran lava pijar akhirnya terjadi di sektor barat daya Merapi pada Minggu (25/7/2021) dan Senin (26/7/2021). Permukiman terdekat di sekitar daerah yang terkena lontaran lava pijar adalah wilayah Kecamatan Srumbung dan Dukun.

Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan oleh TNGM pada Rabu (28/7), api kebakaran dipastikan sudah benar-benar padam. Lontaran lava pijar terlihat meninggalkan bekas kebakaran memanjang dari; grid 17a, H7d, H6c dan berhenti di H6b.

”Area terbawah yang terbakar berjarak sekitar 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi,” papar Pelaksana Tugas Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Balai TNGM, Husni Pramono.

Jenis vegetasi yang terdampak kebakaran diantaranya pohon anggring serta tanaman semak belukar seperti gelagah dan alang-alang. Dalam pemantauan, vegetasi tersebut terlihat berwarna menghitam kecoklatan.

Husni menambahkan, selain disebabkan faktor angin dan guguran lava pijar, di musim kemarau seperti sekarang, semua jenis vegetasi tersebut memang rawan terbakar. Selama itu pula, pihaknya juga menerjunkan tim khusus bersama kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang ada di desa-desa.

”Karena di luar masalah lava pijar, vegetasi tersebut memang rawan terbakar karena sebagian tanaman sudah mulai mongering. Kami bersama kelompok masyaralat melakukan pemantauan, antisipasi, deteksi dini terhadap bahaya kebakaran,” pungkasnya. (han/han)

Sumber: Arsip & Kompas

About The Author

  • Penulis: BNews 3

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less