Di Magelang Terdapat 21 TPS Rawan Politik Uang

BNews–MUNGKID– Dari 2.629 TPS se Kabupaten Magelang, Panwaskab Magelang memetakan terdapat 21 TPS rawan politik uang dalam Pilkada Serentak 2018 ini. Hal ini disampaikan Ketua Panwaskab Magelang,M Habib Shaleh saat ditemui di kantornya (26/6).

BNews–MUNGKID– Dari 2.629 TPS se Kabupaten Magelang, Panwaskab Magelang memetakan terdapat 21 TPS rawan politik uang dalam Pilkada Serentak 2018 ini. Hal ini disampaikan Ketua Panwaskab Magelang,M Habib Shaleh saat ditemui di kantornya (26/6).

“Ke 21 TPS yang dinyatakan rawan politik uang tersebut tersebar di 6 Kecamatan dari 21 Kecamatan di Kabupaten Magelang,” katanya.

Habib menjelaskan bahwa pemetaan kerawanan tersebut hasil dari pemetaan Pengawas TPS, Panwas Desa dan Panwascam kemudian dilanjutkan Panwaskab Magelang untuk dikaji. “Kami melakukan pemetaan hingga ke level TPS antara tanggal 10-22 Juni 2018 di 2.629 TPS dan hasilnya sebanyak 21 TPS masuk kategori rawan politik uang,” jelasnya.

Pihaknya menyebutkan salah satu kriteria TPS rawan adalah ditemukan praktik pemberian uang atau barang untuk tujuan kampanye selama masa pemetaan. “Selain itu juga ada broker atau aktor politik uang yang berada di sekitar TPS,” paparnya.

Diketahui selama masa kampanye ini Panwaskab Magelang sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah praktik politik uang.

“Upaya kami beserta jajaran Panwas Kecamatan hingga tingkat TPS dalam sosialisasi anti money politik antara lain pembentukan Kampung Anti Money Politik, pembentukan 50 Keluarga Anti Money Politics (KAMP) di setiap TPS, pembagian stiker Anti Money Politik ke kelompok-kelompok masyarakat serta sosialisasi bahaya money politik bekerjasama dengan Polres Magelang,” ungkap Habib Shaleh.

Terkait terdapat 21 TPS masuk dalam katagori rawan money politik ini, Panwaskan akan melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait untuk melakukan upaya pencegahan agar kerawanan tersebut bisa dicegah. “Kerawanan ini kami publikasikan sebelum Pilkada agar kita bisa bersama-sama mencegah money politik,” ujarnya.

Loading...

Habib juga menambahkan bahwa pihaknya tidak akan membuka alamat ke-21 TPS tersebut karena terkait strategi pencegahan dan penanganan kasus money politik. “TPS rawan ada 21 namun bukan berarti TPS lain bebas money politik, Kita tetap harus menaruh kewaspadaan di seluruh TPS, hanya saja 21 TPS ini akan kita berikan perhatian khusus,” tandasnya.

Sedangkan untuk indikator untuk peta rawan TPS yakni ada 15 indikator, antara lain ada pemilih memenuhi syarat (MS) tapi masuk DPT, kemudian pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) masuk DPT, pemilih DPTb di atas 20 persen, ada aktor politik uang, ada praktik pemberian uang atau barang selama kampanye, ada relawan bayaran di TPS, KPPS tidak netral, C6 tidak terdistribusi, praktik black campaign dan lainnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: