Dimarahi Ibu Lalu Pergi, Anak 10 Tahun ini Diantar Pulang Oleh Petugas Polsek Muntilan
- calendar_month Jum, 3 Mei 2024

Bocah 10 Tahun yang kabur dan diantar pulang oleh Petugas Polsek Muntilan
BNews-MAGELANG- Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun dengan inisial WW ditemukan di pinggir Jalan Raya Jogja Megelang. Tepatnya di Dusun Gempol Desa Jumoyo Kecamatan Salam Kabupaten Magelang pada Jumat 03/05/2024 pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Anak tersebut ditemukan oleh seorang ibu yang sedang dalam perjalanan menuju tempat kerja dan dengan baik hati diajak naik kendaraan untuk dibawa ke kantor polisi terdekat.
Namun, ketika sampai di simpang tiga Tape Ketan Muntilan, anak tersebut diserahkan kepada petugas; yakni Bhabinkamtibmas Polsek Muntilan Aipda Moch. Abdoellah yang sedang bertugas mengatur lalu lintas.
“Anggota kami menerima penyerahan anak oleh seorang ibu, dan langsung diajak sarapan bubur karena kondisi anak tersebut pucat dan lemas,” kata Kapolsek Muntilan AKP Abdul Muthohir, pada Jumat 03/05/2024.
Muthohir menjelaskan bahwa setelah WW dapat diajak berkomunikasi, dirinya meminta Kanitbinmas Iptu Zaenal Arifin; untuk segera menjemput anak tersebut di warung bubur kacang hijau yang berada di samping Klenteng Muntilan.
“Kami mengantarkan anak tersebut selanjutnya ke orang tua yang tinggal di Kos di Gatak Lamat Desa Pucungrejo Muntilan,” ungkapnya.
Dari pertemuan dengan orang tua anak tersebut, menurut Muthohir, didapat informasi bahwa anak tersebut pagi hari bermain dengan adiknya. Karena terjadi kesalahpahaman, adiknya menangis sehingga WW dimarahi oleh orang tuanya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Ada kata-kata dari orang tuanya yang dianggap WW menyakitkan sehingga dia memutuskan pergi dari rumah. Padahal, menurut pengakuan orang tuanya, hal itu hanya dilakukan sebagai candaan saja,” jelas Muthohir.
Kapolsek memberikan pesan kepada orang tua untuk memberikan pendidikan dan pelajaran yang terarah kepada anak-anak. Menasehati anak dengan bahasa yang bijak dan bisa dimengerti oleh anak adalah pilihan terbaik untuk mendidik anak-anak. Sehingga, peristiwa seperti ini tidak perlu terjadi.
“Nasehatilah dengan kata-kata yang baik dan tidak menyakiti hati anak-anak. Karena masa depan anak-anak juga tergantung dari bagaimana karakter mereka dibentuk sejak kecil,” pesan Muthohir. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2


Saat ini belum ada komentar