Dishub Lakukan Survei 10 Titik Jalan Terpadat di DIY, Ini Daftarnya

BNews–JOGJA-– Sejumlah jalan di Daerah Istimewa Yogyakarta sudah termasuk melebihi kapasitas dan tergolong padat. Setidaknya ada 10 jalan yang sudah masuk dalam kategori padat menurut hasil survei yang dilakukan Dinas Perhubungan DIY.

Data Dishub DIY menunjukkan tingkat kepadatan jalan yang dikelola Provinsi DIY semakin meningkat tiap tahunnya. Lima besar jalan terpadat memiliki nilai di atas 0,87 derajat kejenuhan.

Survei Dishub DIY menyebut Jalan Kaliurang di Sleman menjadi yang terpadat dengan tingkat kejenuhan 0,9. Kapasitas Jalan Kaliurang hanya 2.177 kendaraan, tetapi volume kendaraan yang melewatinya sudah mencapai 1.954.

Faktor utama peningkatan kepadatan jalan adalah jumlah kendaraan yang terus bertambah dan mulai banyaknya tempat parkir di bahu jalan. Sedangkan lebar dan ruas jalan tidak mengalami penambahan.

Jalan berstatus jalan provinsi yang dikelola Dishub DIY lainnya yang memiliki tingkat kejenuhan yang sama dengan Jalan Kaliurang adalah Jalan Jogja-Kebonagung 1. Jalan tersebut berkapasitas 2.089 kendaraan sedangkan volumenya sudah mencapai 1.806 kendaraan.

Jalan terpadat ketiga adalah Jalan KH Ahmad Dahlan dengan derajat kejenuhan mencapai 0,89. Kemudian Jalan Pabringan dengan kepadatan 0.87 sama dengan ruas Jalan Jogja-Kebonagung 1 tepatnta depan Ruko Bantulan.

Jalan Wates tepatnya di depan Pasar Buah Gamping menempati peringkat 6 jalan provinsi paling macet di DIY dengan kepadatan mencapai 0,85; diikuti Jalan Seturan depan STIE YKPN dengan kepadatan 0,84; Jalan Jenderal Soedirman depan Phoenix Hotel dengan kepadatan 0,83; Jalan Panembahan Senopati dengan kepadatan 0,76; serta peringkat 10 ada ruas Jalan AM Sangaji depan Gurame Bangjo dengan kepadatan mencapai 0,75.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Kepala Dishub DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menjelaskan jawatannya akan melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kepadatan jalan provinsi yang dikelolanya.

“Data tersebut tiap tahun kami update untuk jadi bahan pertimbangan melakukan rekayasa lalu lintas dan kebijakan lalu lintas lainnya,” katanya, Kamis (26/1/2023).

Rekayasa jalan, manajemen lalu lintas, hingga penambahan angkutan umum, jelas Made, sedang dirumuskan untuk mengatasi kepadatan jalan tersebut.

“Rencananya tahun ini akan kami regenerasi 25 bus Trans Jogja, angkutan umum ini jadi kunci utama kami mengatasi kepadatan jalan,” jelasnya.

Saat kepadatan jalan meningkat, DIY tidak bisa melebarkan jalan sehingga peningkatan trayek angkutan umum diandalkan mengatasi kepadatan jalan.

“Bertahap kami tawarkan angkutan umum ini jadi solusi kepadatan jalan, supaya masyarakat mulai meninggalkan kendaran pribadi,” ujarnya.

Peningkatan kendaraan pribadi, sambung Made, mempercepat kelebihan kapasitas jalan dan meningkatkan kepadatannya.

“Anak sekolah sekarang sudah mulai naik Trans Jogja ke sekolah, tentu ini progres bagus mengatasi kepadatan jalan,” katanya.

Made menjelaskan permasalahan kepadatan jalan tidak bisa diselesaikan oleh satu sektor saja. Menurut dia, ini berkaitan dengan banyak hal, seperti jam berangkat dan pulang kerja.

“Untuk jam masuk dan pulang ini kan nambah padat jalan. Ini bisa diatasi dengan melakukan invasi jam kerja agar tidak semuanya masuk jam 08.00 WIB dna pulang 16.00 WIB semua,” jelas dia.

Koordinasi multi sektor akan dilakukan Dishub DIY untuk mengatasi kepadatan jalan tersebut. “Rekayasa lalu lintas, misalnya menerapkan jalan satu arah dengan berkoordinasi dengan Ditlantas Polda DIY,” jelasnya. (*/harianjogja)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!