Divonis 3 Tahun Penjara, Habib Bahar Ingatkan Pengadilan Akhirat

BNews—NASIONAL—Kasus penganiayaan oleh salah satu tokoh agama kepada dua remaja berujung hukum. Habib Bahar bin Smith akhirnya divonis 3 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Banung siang tadi (9/7).

Ketua Majelis Hukum Edison Muhammad memerintahkan terdakwa tetap dalam tahanan. “Putusan hukuman penjara 3 tahun sudah ditetapkan,” katanya saat membacakan amar putusan dalam sidang.

Perintah itu dikeluarkan hakim dengan alasan  khawatir Bahar melarikan diri sehingga harus tetap ditahanan. “Tetap dalam tahanan hingga putusan hokum memiliki kekuatan tetap, jadi dalam proses setelah putusan ini Bahar tetap ditahan di Mapolda Jawa Barat,”imbuhnya,

Perlu diketahui bahwa vonis hakim lebih rendah ketimbang tuntutan jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Bogor. Dalam sidang tuntutan sebelumnya, Bahar dituntut hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan.

Sementara Habib Bahar mengungkapkan  terima kasih ke majelis karena telah mengadilinya saya seadil-adilnya. “Saya meminta majelis hakim untuk mengeluarkan keputusan dengan seadil-adilnya. Saya rida dan ikhlas apapun itu. Karena sebagai mana warga yang baik, harus bertanggung jawab, tidak melawan hukum atas jatuhnya putusan hukuman apapun,” ucap Bahar saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi pribadinya secara lisan saat sidang sebelumnya.

Bahar lantas mengingatkan soal pengadilan akhirat kepada majelis hakim.”Saya ingatkan kepada jaksa penuntut umum, bahwa penuntut umum bisa menuntut seseorang di dunia. Namun, nantinya di akhirat, penuntut umum akan dituntut Allah,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan dan sempat viral bahwa Habib Bahar bin Smith terjeratkasus penganiayaan kepada dua remaja di pondok pesanter Tajul Alawiyyin milik Bahar sendiri di kawasan Bogor. Kedua remaja tersebut yakni Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki. (Internet/bn1/bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: