Ratusan Warga Gelar Doa Bersama Tolak Tambang Pasir di Sungai Progo Borobudur
- calendar_month 1 jam yang lalu

Doa Bersama di Tepi Sungai Progo, Warga Sambeng Tolak Aktivitas Tambang Pasir
BNews—MAGELANG – Sekitar 700 warga dari empat desa di Kabupaten Magelang dan Kabupaten Kulon Progo menggelar aksi damai bertajuk “Sambeng Ora Didol, Tolak Tambang Pasir Sungai Progo” di kawasan tambang pasir Kladon, tepi Sungai Progo, Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (1/8/2026).
Aksi tersebut dikemas dalam bentuk doa bersama, pengajian, orasi, serta pemasangan banner penolakan aktivitas tambang pasir, sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat terhadap dampak yang mereka rasakan akibat aktivitas pertambangan di kawasan Sungai Progo.
Doa bersama dipimpin oleh Rois Syuriah PCNU Kabupaten Magelang, KH Toha Mansyur. Peserta aksi berasal dari Desa Sambeng, Candirejo, Bigaran di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, serta Desa Banjaroyo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo.
Humas Gemapelita, Khairul Hamzah, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas secara damai agar menjadi ruang doa dan harapan masyarakat, bukan aksi demonstrasi.
“Kegiatan yang kita laksanakan pada hari ini adalah sebetulnya doa, pengajian dan harapan bersama masyarakat Sambeng terkait penolakan aktivitas penambangan pasir yang ada di lokasi ini. Jadi memang sengaja kita kemas bukan dalam bentuk demonstrasi seperti pada biasanya tetapi kita kemas dalam bentuk doa dan pengajian bersama di lokasi ini,” ujarnya.
Menurut Khairul, selama aktivitas tambang berlangsung masyarakat telah merasakan berbagai dampak, mulai dari kerusakan jalan, meningkatnya debu dan kebisingan, hingga perubahan aliran Sungai Progo.
Ia menjelaskan jalan utama menuju Sambeng yang menjadi akses masyarakat ke arah Borobudur maupun Kalibawang kini mengalami kerusakan di sejumlah titik.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Yang dampak langsung yang sudah dirasakan oleh masyarakat itu terutama jalan raya. Jalan ada yang retak-retak, ada yang bergelombang bahkan beberapa kawasan sudah runtuh tanahnya. Kemudian beberapa tanah warga juga mulai terkikis dan aliran sungai mulai berubah,” katanya.
Khairul juga menyebut perubahan aliran sungai berdampak terhadap sektor wisata. Salah satunya adalah wisata Getek Palong yang sebelumnya menjadi daya tarik masyarakat.
“Sebelum ini Sambeng punya wisata Getek Palong. Akhirnya tidak bisa beroperasi karena aliran sungai sudah berubah drastis dan tidak ada lagi yang tenang. Rakit membutuhkan kawasan air yang tenang, tetapi karena dikeruk arus menjadi deras sehingga tidak bisa beroperasi lagi,” ungkapnya.
Selain itu, masyarakat juga mengkhawatirkan keberadaan Mata Air Ngudal yang menjadi sumber air utama bagi warga Sambeng dan desa-desa di sekitarnya.
“Mata Air Ngudal merupakan sumber mata air satu-satunya di Sambeng yang menjadi sumber kehidupan masyarakat. Sekarang debit airnya semakin berkurang dan itu menjadi kekhawatiran kami,” ujarnya.
Khairul menambahkan, penolakan terhadap aktivitas tambang sebenarnya telah dilakukan sejak hampir dua tahun lalu melalui jalur administratif dengan mendatangi berbagai instansi pemerintah.
“Dari awal kami sudah bergerak melalui langkah-langkah administratif. Kami mendatangi instansi-instansi yang memberikan izin, seperti DLHK, ESDM, Badan Pertanahan, Tata Ruang hingga Satpol PP. Karena belum membuahkan hasil, akhirnya kami melakukan aksi yang melibatkan hampir seluruh unsur masyarakat pada hari ini,” katanya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk insan pers dan aparat kepolisian yang selama ini mengawal setiap kegiatan penyampaian aspirasi warga.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman wartawan yang sudah menjadi perpanjangan lidah warga Sambeng. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman Kepolisian yang selalu mendampingi, melindungi dan mengawal setiap aksi yang kami lakukan,” ucapnya.
Tanggapan DPRD Kabupaten Magelang ….
KLIK DISINI UNTUK LANJUT MEMBACA
About The Author
- Penulis: BNews 2












Saat ini belum ada komentar