EDAN! Emak-emak Asal Magelang Tipu Pedagang Sembako Rp162 Juta

BNews—JATENG— Seorang ibu rumah tangga berinisial YL, 39, warga Kota Magelang ditangkap polisi. Ia diamankan petugas persama tiga orang lainnya karena diduga menipu pedagang sembako asal Surakarta.

Modus yang digunakan komplotan ini adalah dengan berpura-pura memesan sembako. Namun setelah barang dikirim dan diterima,YL dan tiga rekannya menghilang bersama barang pesanan yang belum dibayar tersebut.

Korban berinisial AHP, 49, melaporkan kejadian tersebut ke Polres Purworejo yang merupakan wilayah dimana ia mengirim barang yang dipesan YL. Nilai barang yang dikirim cukup tinggi, yakni Rp162.670.000,-

Kasat Reskim Polres Purworejo, AKP Agus Budi Yuwono mengatakan, penipuan modus pura-pura membeli tapi tidak dibayar tersebut merupakan sindikat penipuan antarkota. Adapun tempat kejadian perkara (TKP) di Desa Seren, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo.

”Sindikat tersebut diotaki oleh seorang ibu rumah tangga dengan inisial YL, 39, asal Kota Magelang. Ia dibantu oleh rekannya yaitu AS, 47, asal Kabupaten Wonosobo,” jelasnya.

”Lalu WB, 41, asal Kabupaten Purworejo sebagai sopir dan ATE, 40, berasal dari Kabupaten Magelang bertindak sebagai penadah,” sambungnya, baru-baru ini.

”Modus penipuan terkait pemesanan barang. YL selaku otak dari sindikat tersebut memesan atau membeli sejumlah barang kebutuhan sehari-hari kepada AHP di Surakarta. Dan meminta barang untuk dikirim ke Purworejo, menjanjikan akan membayar secara tunai setelah barang sampai,” imbuhnya.

Kemudian korban mengirimkan barang-barang yang dipesan senilai Rp162.670.000,- melalui karyawannya. Barang-barang pesanan itu sampai di kios milik YL di Desa Seren, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

”YL dan AS meminta barang pesanan sebagian besar diturunkan ke kios di Desa Seren. Selebihnya (jumlah sedikit) ia minta diturunkan di kios Pasar Suronegaran. Saat barang  dibawa ke Pasar Suronegaran itulah YL dan AS berpura-pura akan mengambil kunci. Kesempatan tersebut dipergunakan untuk kabur,” ungkapnya.

Karyawan AHP menunggu pembayaran namun YL tak jual datang. Kemudian si karyawan tadi mencoba kembali ke kios, ternyata YL tidak berada di sana termasuk barang-barang yang diturunkan.

”Sempat ditunggu-tunggu tidak ada muncul dan tidak ada pembayaran, maka diyakini ini adalah penipuan. Kemudian dilaporkan ke polisi,” bebernya.

”Atas penipuan yang dilakukan YL dan kawan-kawan menimbulkan kerugian sebesar Rp101.295.000,- Perbuatannya tersangka akan dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara,” tegasnya.

Sementara itu, YL mengaku saat ini ia tak memiliki pekerjaan. Sehingga ia nekat melakukan aksi tindak kejahatan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.

”Suami Saya tidak terlibat. Tetapi dia mengetahuinya,” bela YL. (ifa/han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: