Dua warga Tempuran Wadul Jokowi Soal Pencemaran Limbah Pabrik

BNews–MUNGKID--Dua warga Tempuran, Kabupaten Magelang, menyerahkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sela-sela kunjungannya di Magelang, siang tadi (30/8). Mereka mengeluhkan adanya pencemaran lingkungan dari salah satu pabrik yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Kedua warga yang menyerahkan surat langsung kepada Presiden Jokowi adalah Asep Harso Tarmungkas, warga Punduhsari, Tempuran dan Maman. Surat dalam amplot cokelat tersebut diterima langsung Jokowi.

Ketika itu, kedua warga asal Tempuran ini sedianya akan menjemput saudaranya yang baru saja pulang hari di Pemkab Magelang. Namun demikian, mereka mendengar informasi Jokowi melakukan Salat Jumat di Masjid Agung An-Nuur yang tak jauh dari Pemkab Magelang.

Setelah Salat Jumat usai, keduanya pun ikut antre bersalaman dengan presiden. Setelah bersalaman, keduanya kemudian menyerahkan surat dalam amplop warna cokelat tersebut.

“Surat tentang pengaduan pencemaran lingkungan khususnya udara yang tercemar yang dilakukan pabrik terletak di Dusun Sidoagung, Tempuran, Magelang. Selama ini, warga sudah melakukan mediasi bersama pihak terkait beserta pemangku wilayah, tetapi belum ada penyelesaiannya yang dilakukan,” kata Asep kepada wartawan di Halaman Masjid Agung An-Nuur Sawitan, Kabupaten Magelang, Jumat (30/8/2019).

Ketika disinggung soal sengaja membawa surat saat ada kunjungan Jokowi, kata dia, semula tidak terpikirkan karena sudah melayangkan surat ke Lingkungan Hidup (LH) dan dipertemukan, namun tidak ada mediasi yang terjadi antara pabrik dengan warga terdampak. Kemudian, pernah juga melayangkan surat kepada DPRD dan Bupati pada tanggal 22 Agustus dan hingga hari ini belum ada penyelesaian.

“Saya pas jemput haji, kok mendengar ada Pak Jokowi datang ke Masjid An-Nuur dan saya bawa kopian warga yang terdampak sudah tanda tangan serta dari Puskesmas juga menandatangi terdampak tersebut karena letaknya 200 meter dari pabrik,” ujarnya seraya menyebut pabrik pengolahan pakan ternak.

“Saya sebenarnya, sebagai warga negara Indonesia yang terdampak pingin mendapatkan hak yang sama menghirup udara segar. Kita sudah, melakukan pelaporan pada instansi terkait tapi belum ditindaklanjuti, maka saya berpikir kalau ketemu dengan Bapak Jokowi, mudah-mudahan dari rakyat, dari kami bisa cepat ditindaklanjuti,” tegasnya. (bsn/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: