EKSKLUSIF : Wawancara Klitih Mertoyudan, Mabuk Lalu Beraksi Karena Kepingin HP

BNews—MUNGKID— Adhe Mochammad Aji, 24, pelaku Klitih “Mertoyudan” mengeluh karena handhponenya rusak. Dia tak lagi punya handphone.

Kepada temannya Bintang Surya, dia berkeluh kesah. Obrolan itu terjadi di tempat kerja mereka, 26 Juni kemarin. Mereka bekerja sebagai tukang parkir di dekat Taman Kyai Langgeng Kota Magelang. “Dia (Aji) sambat tidak punya HP,” tuturnya dalam wawancara kepada borobudurnews.com.

“Yowes mengko golek hp (Yasudah nanti cari hp),” kata Bintang menjawab keluhan Aji.

Tak lama kemudian, Bintang mengeluarkan sebilah golok. “Ayo mangkat golek hp (Ayo berangkat cari hp),” kata dia.

Loading...

Mengendarai motor matic, keduanya berangkat. Adhe bertugas sebagai pengendara, Bintang membonceng dibelakangnya. Sebuah golok dibawa beserta keling (alat pemukul).

Sawitan menjadi lokasi yang mereka tentukan. Namun, sebelum berangkat mereka sudah terpengaruh minum minuman keras.

Di tengah jalan, sekitar pukul 21.00 mereka nyaris bertabrakan dengan sebuah motor. Motor itu dikendarai oleh Afrizal. Emosi, tanpa banyak basa-basi, tebasan golok melayang ke korban. Empat kali tebasan, korban mengalami luka-luka dibagian lengan.

GOLOK : Senjata tajam yang digunakan oleh pelaku klitih diamankan oleh Polres Magelang. (Foto : bsn/borobudurnews)

Mereka kemudian kabur dan singgah di Lapangan Drh Soepardi. Keduanya sempat minum-minuman keras disana.

Suasana mulai sepi meski ada beberapa orang sedang nongkrong. Disana, mereka bertemu Deni Hermawan, warga Kembanglimus Kecamatan Borobudur.

Keduanya awalnya menanyakan alamat di daerah Tanjung. Keduanya berdalih tidak tahu jalan lalu meminta korban mengantarkannya. Korban kemudian mengantarkannya hingga depan SMP 3 Mertoyudan dekat Pasar Sraten Mertoyudan.

Disana, pelaku mengajak korban berhenti. Seketika Bintang merampas hanphone korban. “Dia mau memuku saya keluarkan bendo (golok),” katanya. Sempat terjadi keributan. Korban berteriak, warga berdatangan.

Adhe Mochammad tertangkap lebih dahulu oleh warga. Dia sempat jadi bulan-bulanan warga. Sedangkan Bintang berhasil melarikan diri. Warga turut melakukan pengejaran. Dia ditangkap dikawasan Jogopranan Desa Jogonegoro Mertoyudan. Polisi turun tangan dan mengamankan keduanya. (bsn/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: