Fakta Terbaru Kasus Klitih Jogja Tewaskan Bocah 14 Tahun, Ini Kata Polisi

BNews—JOGJAKARTA— Kepolisian Resor Kota (Polresta) Jogjakarta angkat bicara terkait bocah 14 tahun, AAJ, yang meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas. Polisi juga berhasil mengamankan senjata tajam jenis celurit dan piring rem cakram yang dimodifikasi dengan tali.

Kasubag Humas Polresta Kota Jogjakarta Ajun Komisaris Polisi Timbul Sasana Raharja mengatakan, kedua korban menaiki sepeda Honda Vario nomor polisi AB 2370 EV.

Korban yang meninggal berinisial AAJ warga Terban, Kemantren Gondokusuman, Kota Jogjakarta. Sedang korban luka parah RDF, warga Blunyah Gede, Kemantren Tegalrejo, Kota Jogjakarta.

”Kronologi kejadian bermula kedua korban beserta saksi makan di warung burjo jalan Monjali, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman. Setelah makan melihat pengendara motor yang memainkan gas motor atau bleyer di depannya,” ujar Timbul, Sabtu (31/7).

Korban bersama saksi kemudian mengendarai kendaraan menggunakan dua sepeda motor dengan membawa senjata tajam. Dengan maksud untuk mencari motor pengendara motor yang bleyer ke arah selatan.

”Dalam perjalanan saat tiba di sekitar simpang empat jalan baru Mlati Sleman, bertemu dengan rombongan sepeda motor yang berjumlah sekitar sepuluh motor jenis matik,” ujarnya.

”Saat berpapasan itu, salah satu dari rombongan itu berteriak ’kae wonge’ (itu orangnya). Selanjutnya berbalik arah mengejar korban beserta saksi,” sambungnya.

Baca juga: Kronologi Klitih Ketemu Kliktih di Jogja Bocah 14 Tahun Tewas Mengenaskan

Korban yang mengetahui dikejar langsung tancap gas. Sesampainya di depan pintu Kantor Kas Bank BPD DIJ Jalan AM Sangaji, diduga karena panik, korban kehilangan kendali sehingga oleng ke arah kanan.

”Motor yang dinaiki korban menabrak pohon perindang yang berada sebelah sisi barat jalan. Sementara saksi berhasil melarikan diri. Sedang rombongan pelaku jenis matik meninggalkan lokasi kejadian,” ungkapnya.

Benturan yang keras membuat AAJmeninggal dunia di lokasi kejadian kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Sedang pembonceng atau RDF mengalami luka-luka dilarikan ke Rumah Sakit Bethesda.

Menurut AKP Timbul, barang bukti yang diamankan berupa sepeda motor milik korban, serpihan pecahan bodi kendaraan Vario, darah yang diduga akibat jatuhnya korban. ”Petugas juga mengamankan senjata tajam jenis celurit dan piring rem cakram yang dimodifikasi dengan tali,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, kedua korban AAJ dan RDF mengalami kecelakaan karena dipepet oleh geng klitih. AAJ meninggal di lokasi kejadian, sedang temannya yang sekarat menjadi bulan-bulanan rombongan tersebut. (han/han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: