IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

Festival Memedi Sawah Ngawen Bangkitkan Kearifan Lokal

BNews-MUNTILAN- Festival Candi Ngawen Ke-3 mulai digelar hari ini (14/9) di sekitaran komplek Candi Ngawen Desa Ngawen Kecamatan Muntilan Magelang. Rangkaian festival dibuka dengan kirab budaya, nasi wiwit dan lomba memedi sawah oleh ratusan masyarakat Ngawen dan sekitarnya.

 

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten magelang Iwan Sutiarso menerangkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan sekaligus promosi potensi wisata di daerah Magelang khususnya Desa Ngawen. “Festival ini mengangkat tema Melestarikan Tradisi Leluhur yang hamper punah tertelan perkembangan zaman,” katanya saat memberikan sambutan di depan Asisten 3 Pemda Magelang Edra Enda Wacana.

“Rangkaian kegiatan ini akan berlangsung selama emapt hari hingga tanggal 17 September 2017 dengan berbagai event menari siang hingga malam hari dan dibuka pagi hari ini,” imbuhnya.

Sedangkan Asisten 3 Pemda Magelang Endra Endah Wacana mewakili Bupati Magelang Zaenal Arifin menjelaskanbahwa saat ini eranya reformasi mental tetapi tetap melestarikan budaya local. “Budaya dan kesenian local ini merupakan asset daerah yang harus dijaga dan dilestarikan sekaligus mengenalkan tradisi leluhur yakni wiwit dan memedi sawah kepada generasi sekarang,” katanya.

“Para pelaku seni dan budaya di Magelang yang terbanyak se Jawa Tengah yakni 1000 lebih kelompok atau sanggar seni dan budaya  ini harus mampu bersinergi dengan para pelaku wisata di Magelang agar bisa saling melengkapi dunia wisata di Magelang,” tegasnya.

Arak-arakan nasi wiwit dan memedi sawah diarak keliling desa Ngawen dan berakhir di komplek candi Ngawen. Boneka memedi sawah terbuat dari bahan alam ini di pajang disepanjang jalan komplek candi Ngawen dan nasi wiwit dilakukan riual doa bersama kemudian dimakan bersama masyarakat yang tumpah ruah hadir dalam acara ini.

“Selain melestarikan leluhur local festival ini guna mendukung Desa Wisata Ngawen yang sudha berjalan selama tiga tahun ini, serta perlombaan  memedi sawah dan nasi wiwit ini baru pertama kali diadakan disini,” ungkap Ketua Desa Wisata Ngawen Al Saptandeo, 65.

Loading...

Nasi wiwit merupakan kearifan lokal berupa sesajian nasi dengan macam-macam lauk pauk dan jajanan pasar diarak dan disuguhkan ditengah-tengah masyarakat. “ Nasi wiwit sendiri merupakan sebuah ucap syukur para petani dulunya saat ingin menjelang panen raya ataupun saat mau musim tanam sebagai rasa syukur atas pemberiaan Tuhan YME,” pungkasnya.(bsn)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: