Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » FGD di Desa Dukun Magelang Menyikapi Gunung Merapi Terkini, BPPTKG Hadir

FGD di Desa Dukun Magelang Menyikapi Gunung Merapi Terkini, BPPTKG Hadir

  • calendar_month Rab, 22 Mar 2023

BNews–MAGELANG-– Diketahui bersama, beberapa waktu terakhir ini terjadi hujan abu akibat awan panas  guguran Gunung Merapi. Khususnya di sejumlah Desa di Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang.

Hal tersebut terjadi pasalnya wilayah Kecamatan Dukun masuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Merapi. Sebanyak 15 desa di Kecamatan Dukun memiliki risiko rendah hingga tinggi terhadap ancaman bencana gunung Merapi.

Penetapan KRB dilakukan sebagai acuan bagi pemerintah dan masyarakat untuk pelaksanaan mitigasi bencana gunung Merapi serta penyusunan rencana tata ruang wilayah.

KRB Merapi dibagi menjadi tiga kawasan, khususnya Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang jug. Yakni KRB III meliputi Desa Sengi, Desa Sumber, Desa Kalibening, Desa Ngargomulyo, Desa Keningar, Desa Krinjing, Desa Paten. Atau disebut juga Kawasan Rawan Bencana Gunung Merapi tinggi.

Lalu KRB II meliputi Desa Sewukan, Desa Dukun, Desa Mangunsoko, Desa Wates, Desa Banyudono. Atau disebut juga dengan Kawasan Rawan Bencana Gunung Merapi menengah.

Dan KRB I meliputi Desa Banyubiru, Desa Ketunggeng, Desa Ngadipuro. Atau disebut juga Kawasan Rawan Bencana Gunung Merapi rendah.

Hal ini yang menjadi dasar para stakeholder di Kecamatan Dukun yang diinisiasi Pemerintah Desa Dukun bekerjasama dengan CV. Barokah Merapi menyelenggarakan peningkatan kapasitas tata kelola menghadapi risiko bencana di Kecamatan Dukun; dan kesiapsiagaan pemerintah, masyarakat dan dunia usaha dalam menghadapi ancaman Erupsi Merapi. Melalui “Sosialisasi & Forum Grup Discussion Menyikapi Kondisi Merapi Terkini” di Aula Kantor Pemerintah Desa Dukun, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang (21/03/2023).

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Acara lintas sektoral yang dihadiri perwakilan dari BPPTKG Yogyakarta, BPBD Kab. Magelang, Kantor SAR Semarang; Forkompincam Dukun, Kepala Desa dan Ketua LPBD se-Kecamatan Dukun, Kepala Sekolah se-Desa Dukun, Komunitas Relawan; serta perwakilan Lembaga dan Masyarakat di Desa Dukun.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Desa Dukun, Tanto Heryanto selaku tuan rumah acara. Ia menyampaikan pentingnya sinergitas antar stakeholders dalam menghadapi bencana.

Menurutnya, kerja sama pentahelix melibatkan kerja sama dari lima elemen masyarakat, yakni pemerintah, kalangan pengusaha; komunitas, media, dan akademisi. Dimana masing-masing elemen memberikan sumbangsihnya dalam pemecahan masalah secara kolaboratif; dengan mengesampingkan perbedaan-perbedaan.

“Sinergitas antar stake holders terkait dengan penanggulangan bencana khususnya merapi sangat penting; hal ini untuk mendukung dalam mewujudkan sebuah sistem peringatan dini (early warning system). Dan prosedur tetap yang dipahami oleh masyarakat seluruhnya yang menetap di sekitar daerah rawan bencana. Sistem dan prosedur yang efektif, efisien serta dapat diandalkan akan sulit diwujudkan tanpa adanya kerja sama yang erat,” kata Tanto, Kades Dukun yang akrab di panggil TB dalam sambutan.

Tanto juga mengungkapkan, bahwasanya  Kecamatan Dukun menjadi Kawasan Rawan Bencana, masyarakatnya otomatis tidak mungkin berpikir bebas dari bencana (free from disaster). Paradigma yang harus dibangun adalah “hidup harmoni bersama bencana (living harmony with disaster).

“Pelajaran penting yang bisa dipetik adalah tidak ada masyarakat yang tangguh bencana, tanpa adanya kesulitan yang dihadapi; atau dengan kata lain bencana akan menjadikan masyarakat semakin tangguh. Maka, persoalannya bukan pada dimana kita tinggal, tetapi sejauh mana pengetahuan kita bisa memahami tentang mitigasi bencana,” jelasnya.

“Pengetahuan tentang kebencanaan harus menjadi prioritas pemerintah untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakat. Sampai masyarakat kita menjadi masyarakat yang benar-benar tangguh terhadap bencana,” harapnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Sementara itu turut hadir perwakilan dari BPPTKG Yogyakarta,  Sulistiani, S.Si., M.Si. selaku Ketua Tim Merapi. Ia hadir selaku nara sumber dalam kegiatan tersebut.

Sulisiani  mengapresiasi kegiatan tersebut, pasalnya bagaimanapun urusan mitigasi bencana bukan hanya urusan pemerintah saja akan tetapi memang perlu campur tangan bersama.

Selanjutnya, Ia juga menjelaskan tentang kondisi Merapi terkini serta scenario dan dampak yang akan terjadi apabila terjadi erupsi Merapi khususnya di Kecamatan Dukun.

BPPTKG menghimbau kepada masyarakat dan pemerintah agar mengantisipasi gangguan abu vulkanik. Abu vulkanik tidak membahayakan jiwa secara langsung namun cukup berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Penduduk yang terkena hujan abu tidak serta merta harus mengungsi.

“Tidak terbatas pada daerah potensi bahaya saat ini, dusun-dusun di KRB III termasuk di sektor barat-barat laut. Asalah satunya wilayah kecamatan Dukun dihimbau melakukan upaya penguatan kapasitas menghadapi bencana Gunung Merapi melalui persiapan sarana-prasarana, pelatihan kesiapsiagaan dan simulasi-simulasi,” ujarnya.

Acara ditutup dengan Forum Grup Discussion (FGD) membahas beberapa point penting kaitanya dengan upaya penguatan kapasitas menghadapi bencana Gunung Merapi; melalui persiapan sarana-prasarana, pelatihan kesiapsiagaan dan simulasi-simulasi yang akan dilaksanakan di Kecamatan Dukun. (*/bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less